Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Sejumlah Pemuda Bakar Poster Bardan Sahidi

screenshot Pembakaran poster Bardan Sahidi
A A A

BENER MERIAH - Sejumlah pemuda dataran tinggi Gayo membakar poster salah seorang Anggota DPRA dari dapil IV Bardan Sahidi. Aksi pembakaran ini diduga bentuk kekecewaan mareka terhadap sikap Bardan.

Dari video yang beredar, sejumlah pemuda tadi berdiri di tengah jalan rusak, layaknya kubangan.

Lalu salah satu pemuda didalam video tersebut meneriakkan cinta tanah air, lantas sejumlah pemuda lainnya menyahuti cinta.

"Cinta tanah air, cinta. DPRA tidak cinta ini yang cinta tanah air. Bardan Sahidi mana buktinya duduk di kursi DPRA tidak memikirkan rakyat,"ujar pemuda tersebut yang dikutip dari sebuah video.

"75 tahun Indonesia merdeka, Samar Kilang 75 tahun tidak merasakan kesejahteraan, Bardan Sahidi turun,"demikian sepenggal orasi sejumlah pemuda dalam sebuah video yang tersebar.

Atas aksi pemuda Samar Kilang tersebut, salah seorang aktivis muda Bener Meriah mengapresiasi aksi itu.

Melalui rilisnya yang diterima media ini, Sabtu (3/10/2020) Yudi Gayo menyampaikan kata wajar para pemuda melakukan aksi. Menurutnya mareka melakukan aksi atas dasar kekecewaan terhadap wakil rakyat yang tidak peduli kepada mereka.

"Wakil rakyat yang diharapkan membantu mensejahtrakan wilayah meraka malah berupaya menyengsarakan mereka dengan tindakan mereka yang ingin membatalkan MoU Proyek Multiyears yang akan dibangun di beberapa titik yang berada di wilayah tengah,"sebut Yudi Gayo.

Lanjut Yudi, salah satunya di kabupaten Bener Meriah yang bertempat di Samar Kilang, yang mana keadaan infrastruktur di sana sangat menyedihkan dan membuat masyarakat disana susah dalam melakukan akses ke kota.

"Seharusnya wakil rakyat menjadi salah satu tempat keluh kesah rakyat dalam hal kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, bukan malah menyiksa rakyat dan bisa membunuh rakyat,"ungkapnya.

"Semoga Wakil rakyat bisa menyapu air mata yang jatuh di pipi rakyat, bukan malah menusuk rakyat seperti jarum, dan satu kalimat terkahir, DPRA Jangan menjadi orang pengkhianatan rakyat dan tidak berpendidikan,"tutup Yudi Gayo.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...