Sebuah kios kecil penjual bahan eceran kelontong di depan Terminal Bus Kota Lhokseumawe ludes dilalap Api sekira pukul 14.30 WIB, terbakarnya kios tersebut diduga akibat konslet listrik lalu menyambar BBM eceran, Sabtu (8/8/2020).

Pemkab Aceh Besar Tutup Mata

Sejak Tsunami Ruas Jalan Dusun Tgk Dicantek Tak Pernah Diperbaiki

ACEHIMAGE.COM | HT ANWAR IBRAHIMRuas dari 10 ruas jalan di dusun Tgk di Cantek hingga 15 tahun pasca tsunami belum juga dibangun, diaspal, Sabtu, (17/8/2019).
A A A

Kondisinya parah, di musim hujan semua ruas jalan becek, berlumpur, sedangkan di musim kemarau masyarakat makan abu

Burhan Warga Gampong Baet

ACEH BESAR - Masyarakat Gampong (desa) Baet, khususnya warga Dusun Tengku Dicantek, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, mengaku sangat kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Pasalnya nasib Gampong mareka tak pernah mendapat perhatian dari Pemda Aceh Besar.

"Lihat saja kondisi gampung kami seperti dianaktirikan, sejak tsunami 10 ruas jalan yang ada kondisinya masih seperti tahun 1970-an," kata tokoh masyarakat, Burhan, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Apalagi jika dikaitkan dengan kemerdekaan RI yang sudah 74 tahun, kondisi gampong Baet masih sangat menyedihkan, karena tiga jalan induk dan delapan jalan potong atau lorong di kampung ini rusak parah akibat tsunami 15 tahun silam, hingga kini dibiarkan, belum juga diperbaiki.

Jalan Gampung Baet khususnya dusun Tgk Dicantek kondisinya sangat kritis, rusak parah karena Pemda sengaja menutup mata dan kurang peka sehingga kondisi gampong tidak pernah jadi perhatian bupati.

"Kondisinya parah, di musim hujan semua ruas jalan becek, berlumpur, sedangkan di musim kemarau masyarakat makan abu," kata Burhan.

Gampong Tengku Dicantek berada tepat di pinggir jalan negara Laksamana Malahayati. "Jadi Gampong kami, Baet berbatasan langsung dengan Kota Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, bukan terletak jauh di pedalaman," katanya.

Jadi, bagaimana kondisi Gampong itu dapat dilihat dengan jelas oleh siapa saja yang melewati Jalan Krueng Raya Malahayati atau sebaliknya.

Tapi yang menjadi pertanyaan, kata salah seorang warga, kenapa dibiarkan, padahal sudah 15 tahun tsunami berlalu namun tidak ada satu pejabat pun yang hatinya tergugah untuk membangun kembali jalan gampong kami.

Seorang warga lain juga menyayangkan sikap ketidakpedulian Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun Pemerintah Provinsi Aceh terhadap dusun tersebut.

Padahal selama ini, dalam setiap pidato, bupati maupun gubernur selalu mengatakan pemerintah terus berupaya memperbaiki dan mengutamakan pembangunan infrastruktur bagi kepentingan umum.

"Tapi beda antara pidato dengan kenyataan, makanya kami bertanya apa salah kami, sehingga tak satupun pejabat atau bupati yang turun untuk melihat langsung kondisi Gampong ini," tanya warga.

Namun, dulu dimasa kampanye semua datang, ternyata itu semua hanya sebatas membangun pencitraan. Buktinya jalan yang rusak sejak tsunami, hingga hari ini tidak pernah tersentuh pembangunan.

Yang menjadi tidak mengerti, kenapa 10 ruas jalan didusun Baet tidak dibangun pemerintah Pemkab?

Padahal dusun Tgk Dicantek letaknya cuma satu kilometer dari bibir Kota Banda Aceh. Apakah karena jalan ini letaknya di dusun sehingga tidak perlu diperbaiki, walaupun letaknya dekat hidung pemerintah provinsi..?

Penulis:HT Anwar Ibrahim
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...