Bunda,

Sejak Lahir si Baby Sudah Bisa Dikenalkan dengan Mainan

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

MEMBERIKAN mainan kepada bayi sejak lahir bolehkah? Inilah yang membuat banyak orangtua dilema dan sebagian salah kaprah dalam memberikan mainan untuk si kecil.

Spesialis Anak dari RSIA Bunda Jakarta dr Markus Danusantoso, SpA mengatakan, bermain merupakan sarana belajar dan menambah pengalaman anak-anak. Orangtua harus ingat bahwa kegiatan ini dapat dikenalkan sejak bayi.

"Bayi dari lahir sudah bisa diberikan mainan. Tapi bagaimana orangtua mengajari bayinya berdasarkan tabel milestone perkembangan anak," ujar dr Markus di sela acara Time bersama ELC di Jakarta Pusat.

Sayangnya, banyak orangtua yang tidak tahu caranya mengaplikasikan mainan dengan benar.

Padahal mainan sendiri manfaatnya untuk melatih fokus, kognitif, kepribadian, hingga fungsi sensorik pada tubuh si kecil.

Mainan juga dapat mempertajam panca indera anak. Makanya sudah dapat dikenalkan sejak bayi baru lahir. Mainan juga dapat merangsang kecerdasan si kecil di masa tumbuh kembangnya.

"Coba bayi satu bulan harus dikenalkan warna terang, didengarkan bunyi agar pendengarannya tajam. Bukan tak ada alasannya, dia harus sudah mengenal lingkungan sekitar agar mengatur fokusnya tidak terlambat,"

Juga, sayangnya orangtua masih banyak yang salah persepsi saat membeli mainan. Mereka biasanya membeli mainan sesuai usianya yang tertera di label.

"Membeli mainan sesuai usia itu tidak tentu tepat. Apapun jenis mainannya, sampai dia tumbuh besar, harusnya juga bervariasi," tambahnya.

Membeli mainan semahal apapun dan jenisnya berbeda-beda juga belum tentu membuat si kecil mahir memainkannya. Orangtua harus mengajari dan merangsang otaknya untuk mengenal jenis dan menyusun mainan yang dia miliki sejak bayi.

"Anak itu tidak diberi mainan lalu didiamkan supaya dia bermain sendiri. Itu salah besar, harusnya orangtua yang mendampingi agar mainan yang dia miliki fungsinya jadi edukatif," tukasnya.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...