Menteri Agama Fachrul Razie mengumumkan keputusan dalam penyelenggaraan haji di tahun 1441 H atau 2020 Masehi. Menurut dia, pemerintah memutuskan untuk membatakalkan pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi.

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi

Segini Tarif Sekali ‘Short Time’ dengan Wanita Panggilan di Langsa

NETilustrasi
A A A

LANGSA - Kepolisian Resor (polres) Langsa berhasil membongkar jaringan prostitusi online atau daring, bertarif Rp500 ribu untuk short time (waktu singkat) atau per sekali transaksi. Selasa (12/5/2020).

Kapolres Langsa AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan, praktik prostitusi tersebut dikelola germo atau mucikari yaitu YU (47 tahun) warga Langsa Kota dan HE (35 tahun), IRT, warga Langsa Baro bertarif Rp 500 ribu untuk short time. Dari Rp 500 ribu tersebut, para mucikari mendapat keuntungan Rp100 ribu.

“Aktivitas prostitusi yang dijalankan kedua tersangka ternyata sudah berlangsung selama dua tahun, sejak tahun 2018. Kedua tersangka menjalankan aktivitasnya dengan rapi sebelum akhirnya tercium polisi dan ditangkap, Sabtu (9/5/2020) sekira pukul 16.00 WIB di ATM Center depan Hotel Harmoni jalan Jendral A Yani Kota Langsa,” kata Iptu Arief Sukmo Wibowo.

Ia menambahkan, keduanya melakukan prostitusi adalah dengan menjadi penghubung menerima pesanan permintaan dari lelaki yang menginginkan wanita, biasanya seorang lelaki menelpon keduanya dengan maksud meminta perempuan.

Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief Sukmo Wibowo memberikan keterangan kasus jaringan prostitusi online di Mapolres Langsa, Selasa (12/5/2020).

Selanjutnya, mereka berdua kemudian tidak langsung mengiyakan, namun menanyai dulu terhadap wanita yang biasa sudah melayani laki-laki. Namun juga terkadang dari pihak wanita yang meminta job atau pekerjaan kepada keduanya, karena alasan butuh uang dan keduanya yang mencarikan laki-laki tersebut.

YU dan HE sebagai penghubung dan penerima pesanan dari permintaan laki-laki yang menginginkan wanita, begitu juga wanita yang meminta job atau pekerjaan untuk melayani nafsu syahwat laki-laki yang dilakukan melalui media telepon seluler dan chatting via whatsapp.

“Semua dilakukan secara online melalui telefon selular menggunakan aplikasi whatsapp. Di mana sebelum wanita dipesan, terlebih dahulu menampilkan data pribadi wanita yang akan pesan melalui Whatsapp. Selanjutnya data tersebut diberikan kepada lelaki hidung belang yang akan memesan,” jelas Kasat Reskrim.

Berdasarkan keterangan dari kedua pelaku, diamankan lagi lima perempuan yakni, CLW (32 tahun), IRT, warga Desa P. Bujuk Blang Pase Langsa Kota, CJW (23 tahun), IRT, warga Desa P. Bujuk Blang Pase, Langsa Kota, DAR (23 tahun), IRT, warga Gampong Gedubang Jawa, Kecamatan Langsa Baro.

FNR (22 tahun), warga Desa Alur Dua Bakaran Batee, Kecamatan Langsa Baro dan IF (24 tahun) IRT, warga Desa Paya Bujok Tunong Lorong Kecamatan Langsa Baro.

Salah seorang wanita yang diamankan, ketika ditanya berapa tarif sekali transaksi online mengaku sebesar Rp 500.000. Sementara penghubung mendapatkan jasa sebesar Rp 100.000 sampai Rp 200 ribu.

Dari para tersangka diamankan uang senilai Rp 450.000, satu unit handphone merk Mito warna hitam, satu unit handphone merk Realme C2. Satu unit handphone merk Samsung Duos warna Biru.

“Penyidik Polres Langsa menerapkan pasal dalam kasus ini yaitu Pasal 296 Jo 506 KUHPidana dan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 33 Ayat (3) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,"tutup Kasat.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...