Kasus peredaran ijazah palsu yang diduga berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah adalah merupakan bom waktu bagi oknum pelaku. “Bagi oknum pelaku kesalahan ini adalah bom waktu, karena kasus yang terbongkar hari ini adalah merupakan ijazah beberapa tahun lalu, dan saat ini sudah ditangani penegak hukum," kata Sekda Bener Meriah, Drs Haili Yoga pada saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (21/1/2021) “Hari ini kebetulan ditangani oleh pihak berwajib kita berikan ruang kepada mereka agar persoalan ini jangan timbul multi tafsir," ujarnya.

Berdasarkan Hasil Swab

Satu Warga Bener Meriah Terkonfirmasi Positif Covid-19

ISTIMEWAUpdate informasi Covid-19
A A A

BENER MERIAH – Satu dari tiga warga Bener Meriah yang dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil spesimen swab yang diuji di Balitbangkes Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Bidang Informasi dan Publikasi Percepatan Penanganan Covid-19 Bener Meriah, Wahidi, Selasa (5/5/2020).

Menurut Wahidi, warga Bener Meriah yang terkonfirmasi positif covid-19 tersebut adalah BN yang merupakan santri klaster Temboro, Magetan, Jawa Timur.

“Berdasarkan informasi yang kita terima hari ini dari Dinkes Aceh, bahwa satu dari tiga orang yang hasil rapid test nya reaktif beberapa hari yang lalu, terkonfirmasi positif,“ jelas Wahidi.

Sementara untuk dua warga Bener Meriah lainya yang hasil rapid testnya reaktif, namun hasil swabnya negatif.

"Dan untuk saat ini mereka masih menjalani isolasi di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,"kata Wahidi.

Sebelumnya, ketiga warga Bener Meriah tersebut telah mengikuti rapid test dan hasilnya reaktif, sehingga MF,BN dan AM harus dirujuk ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh untuk menjalanai isolasi dan dilakukan uji swab.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...