Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Sabang Calonkan Diri Tuan Rumah MTQ XXXV – 2021

HT Anwar Ibrahim.
A A A

Apalagi kondisi Sabang yang sangat kondusif dibandingkan daerah lain. Sabang sangat aman bagi siapa saja tamu yang datang kesini. Dalam sepuluh tahun terakhir tidak ada kriminalitas yang terjadi di Sabang

Nazaruddin, S.I.Kom Walikota Sabang

SABANG - Pemerintah Kota (Pemko) Sabang menegaskan komitmennya tentang kesiapan dan keseriusannya untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021 mendatang.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Sabang, Nazaruddin SIKom kepada acehimage.com pada Rabu, 28 Agustus 2019.

Tim survey calon tuan rumah MTQ XXXV Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021 sudah datang ketempat kita dan mareka sudah  melakukan verifikasi faktual untuk melihat langsung kesiapan tempat dan fasilitas yang ada di Kota Sabang.

"Nah, kepada mareka sudah disampaikan bahwa kita siap baik sara maupun prasarana. Lokasi sebagai tempat kegiatan musabaqah kita sangat siap, kita siapkan beberapa lokasi apakah itu di CT3 dermaga pasiran, atau dilapangan Lhok Igueh dengan luas lahan 20 hektar dan lapangan Play Ground" ungkap Tgk Agam, sapaan akrab Walikota.

Artinya kata Tgk Agam bagi kita pelaksanaan even seperti itu sudah siap lahir bathin. Apalagi Sabang sudah cukup berpengalaman membuat atau menggelar event-event besar dan cukup berhasil.

"Sabang pernah melakukan event tingkat nasional seperti acara BPPT, Sabang merine dan Sabang Sail serta masih banyak lagi even-even lainnya.

Karena itu untuk melaksanakan MTQ ke 35 tentu Sabang sangat siap," tegas Tgk Agam.

Begitu juga soal fasilitas, Sabang cukup tersedia karena berbagai sarana dan prasarana yang representatif saat ini ada di Sabang. Penginapan misalnya, Sabang memiliki 2000 kamar. Kita juga punya transportasi yang cukup memadai.

Jadi semua itu dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan  MTQ Tingkat Provinsi Aceh di Sabang.

Makanya bila dilihat fasilitas yang tersedia, tidak ada alasan MTQ 2021 tidak diselenggarakan di Sabang. Konon seperti yang kita tau Plt Gubernur juga sangat senang dengan keindahan alam dan keramah-tamahan warga Sabang.

Begitu juga fasilitas yang ada dan keramah-tamahan warga tersebut sangat mendukung pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi di adaka di Sabang. Apalagi MTQ belum pernah dilaksanakan di Kota Sabang setelah pernah ada 30 tahun yang lalu.

"Insya Allah, kita percaya Gubernur Aceh akan memberikan kepercayaan bahwa MTQ 2021 diadakan di Sabang.

Selain menaruh harapan kepada Plt Gubernur yang akan berkomitmen MTQ ke 35 diselenggarakan di Sabang, pihaknya juga berharap pihak terkait di tingkat provinsi kiranya ikut mendukung keinginan pemko dan masyarakat Sabang.

"Apalagi kondisi Sabang yang sangat kondusif dibandingkan daerah lain. Sabang sangat aman bagi siapa saja tamu yang datang kesini. Dalam sepuluh tahun terakhir tidak ada kriminalitas yang terjadi di Sabang.

Di Sabang tidak ada pencurian, tidak ada pengguna narkoba, dan macam-macam kriminal lainnya. "Sabang tempat yang paling aman di Aceh," tegas Tgk Agam.

Namun demikian kata Tgk Agam dirinya sudah menyampaikan kepada tim survey agar apa-apa yang sudah mareka lihat di Sabang supaya disampaikan apa adanya kepada Plt Gubernur Aceh.

"Cuma kepada mareka saya sampaikan juga kondisi Kota Sabang seperti adanya. Jadi tolong dibantu, semoga mimpi warga Sabang dapat terwujud pada tahun 2021," ungkap Tgk Agam didampingi Abdul Muthalib.

Menurut informasi yang diperoleh media ini, ada delapan Kabupaten dan kota telah mengajukan diri dan telah dilakukan presentasi kesiapan sebagai tuan rumah MTQ tahun 2021 tingkat Provinsi Aceh diantaranya Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Selatan, Simeulue, Lhokseumawe, dan Kabupaten Bener Meriah.

Penulis:HT Anwar Ibrahim
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...