Rusia Tuding AS Terus Provokasi Korut

FOTO | REUTERSMenteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menilai Amerika Serikat (AS) terus menerus memprovokasi Korea Utara (Korut).
A A A
Rusia mengutuk tindakan provokatif AS berkaitan dengan Korut, serta upaya Washington untuk melibatkan Tokyo dan Seoul dalam provokasi. Jepang dan Korea Selatan (Korsel) akan menjadi korban pertama dalam kasus pecahnya perang di Semenanjung Korea,

MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menilai Amerika Serikat (AS) terus menerus memprovokasi Korea Utara (Korut). Menurut Lavrov, hal semacam ini tidak bisa diterima dan sangat berbahaya.

"Rusia mengutuk tindakan provokatif AS berkaitan dengan Korut, serta upaya Washington untuk melibatkan Tokyo dan Seoul dalam provokasi. Jepang dan Korea Selatan (Korsel) akan menjadi korban pertama dalam kasus pecahnya perang di Semenanjung Korea," kata Lavrov, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (3/12).

Menurut Lavrov, pejabat-pejabat AS menjelaskan kepada Rusia bahwa latihan perang AS berikutnya di wilayah Semenanjung Korea tidak akan berlangsung sampai musim semi 2018.

"Kami telah bekerja dengan Pyongyang. Kemudian, tiba-tiba dua minggu setelah AS mengirimi kami sinyal tentang kesiapan untuk berdialog, mereka mengumumkan latihan yang tidak terjadwal pada bulan Desember. Ada kesan bahwa mereka sengaja memprovokasi (pemimpin Korut) Kim Jong-un untuk membuatnya mematahkan jeda dan menyerah pada provokasi mereka," ungkapnya.

Diplomat senior Rusia itu bagaimanapun, menekankan, Rusia sepenuhnya mematuhi rezim sanksi yang diberlakukan oleh Dewan Keamanan PBB melawan Korut.

Pernyataan Lavrov ini sendiri muncul di tengah kedatangan jet tempur Amerika menjelang latihan gabungan AS-Korsel yang akan dimulai pada 4 Desember, sebuah langkah berulang kali disebut oleh Pyongyang sebagai tindakan provokatif.

Kami telah bekerja dengan Pyongyang. Kemudian, tiba-tiba dua minggu setelah AS mengirimi kami sinyal tentang kesiapan untuk berdialog, mereka mengumumkan latihan yang tidak terjadwal pada bulan Desember. Ada kesan bahwa mereka sengaja memprovokasi (pemimpin Korut) Kim Jong-un untuk membuatnya mematahkan jeda dan menyerah pada provokasi mereka,
Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...