Rusia Dituding di Balik Keretakan Hubungan Qatar dan Saudi

FOTO | Twitter@QatarEmbassyUKPernyataan Kantor Komunikasi Pemerintah Qatar soal peretasan kantor berita QNA oleh hacker. Ulah hacker ini ikut andil dalam penyebab perang diplomatik Qatar dan negara-negara Arab.
A A A

NEW YORK - Rusia dituding berada di balik retaknya hubungan Qatar dengan sejumlah negara Teluk, termasuk di dalamnya Arab Saudi. Hacker asal Rusia disebut sebagai sosok yang menyebar pidato Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang berisi komentar negatif tentang Arab Saudi.

Emir Qatar sejatinya telah membantah hal tersebut, dan menegaskan itu adalah berita palsu atau fake news. Tapi, Saudi dan para sekutu Arab-nya terlanjur marah. Sebagian dari mereka membalas dengan melarang media ternama Qatar, Al Jazeera. Alasannya, media itu dianggap melakukan hasutan di kawasan Timur Tengah.

Melansir CNN pada Rabu (7/6), penyidik Amerika Serikat (AS) percaya peretas Rusia menyerang kantor berita negara Qatar dan membuat laporan berita palsu yang berkontribusi terhadap krisis di antara negara Teluk.

CNN melaporan, yang mengutip sejumlah sumber di pemerintah AS, FBI baru-baru ini mengirim tim penyidik ke Doha, untuk membantu pemerintah Qatar menyelidiki insiden dugaan hacking tersebut.

Sejauh ini belum ada pernyataan resmi baik dari pemerintah Qatar ataupun pemerintah AS mengenai dugaan hacker Rusia di balik ketegangan yang terjadi di Teluk. Jika

Sebenarnya bukan hal baru bagi AS menuding Rusia terlibat dalam setiap serangan cyber skala besar. Sebelumnya, Washington juga pernah menduduh hacker Rusia berusha untuk campur tangan dalam pemilu di AS dan sejumlah negara Eropa, yang tentu saja dibantah oleh Moskow.

Kode:47
Sumber:sindonews.com
Rubrik:Internasional

Komentar

Loading...