Pengamat Politik dan pembangunan dari Universitas Muhammadiyah Aceh Dr Taufik A Rahim menyampaikan dari seratus kelompok penerima dana hibah COVID-19 ada diantaranya merupakan underbow Partai Politik. Hal tersebut disampaikan Dr Taufik dalam wawancara peHTem, Kamis (14/1/2021) kemarin. peHTem merupakan salah satu program Poadcash acehimage.com.

Rupa Bansos Corona yang Diduga Dikorupsi Mensos Juliari

Jurnas.com Menteri Sosial Juliari P Batubara
A A A

JAKARTA- Menteri Sosial Juliari P Batubara ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi bansos corona. Ia diduga menerima fee atau biaya Rp10 ribu dari setiap paket bansos sembako yang dialirkan ke masyarakat dalam rangka penanganan dampak pandemi covid-19.

Lalu, seperti apa bentuk bansos sembako yang diduga dikorupsi Juliari dkk?

Mengutip kemensos.go.id, bansos sembako berisi 10 bahan pangan, seperti beras sebanyak 10 kg, biskuit, minyak goreng, susu, ikan kalengan, mi instan, dan lain sebagainya.

Pada 29 Oktober 2020 lalu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono Laras mengatakan nilai dari masing-masing paket sembako Rp300 ribu, yang terdiri dari bahan pangan senilai Rp270 ribu dan biaya distribusi dan goodie bagi Rp30 ribu.

Sasaran bansos sembako sebanyak 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di Jabodetabek. Sedangkan, untuk bansos beras sebanyak 10 juta KPM.

Bansos sembako diberikan Rp600 ribu per bulan atau masing-masing Rp300 ribu dalam dua pekan selama tiga bulan.

Meski tidak mudah, namun Kemensos mengklaim berkomitmen memastikan bansos tersalurkan tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat harga.

Terkait harga, Hartono sempat membantah informasi yang berkembang di tengah masyarakat soal pendapat harga satu paket sembako bukan Rp300 ribu.

"Saya pastikan informasi ini tidak benar. Ya kan paket sembako ini perlu dikemas supaya mudah didistribusikan. Kemudian, untuk transportasi ini juga timbul biaya. Jadi, dipastikan biaya untuk satu paket sembako adalah Rp300 ribu," jelasnya.

Sumber:CNN Indonesia
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...