Aceh Selatan

Rumah Tim Irwandi-Nova Dilempar OTK

FOTO | ISTIMEWARumah milik Farhan, tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah di Gampong (desa) Kuta Buloh II, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, diduga dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK) Jumat (17/2) malam.
A A A

ACEH SELATAN - Rumah milik Farhan, tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah di Gampong (desa) Kuta Buloh II, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, diduga dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK) Jumat (17/2) malam.

"Rumah saya yang terkena lemparan batu tersebut dalam kondisi kosong, sedangkan saya dengan keluarga tinggal di rumah satu lagi disamping rumah kosong tersebut. Kami baru tahu kaca jendela bagian depan sudah pecah akibat dilempar OTK, saat pulang ke rumah," kata Farhan di Kecamatan Meukek, Sabtu.

Setelah mengetahui kaca jendela sudah pecah, Farhan langsung memberitahukan kepada Ketua Posko pemenangan Irwandi - Nova Kecamatan Meukek, Musliadi Opi.

Musliadi Opi langsung meneruskan informasi tersebut kepada Kapolsek Meukek, Ipda Junaidi via handphone. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek bersama beberapa anggotanya langsung turun ke lokasi meninjau tempat kejadian perkara sekaligus mengamankan barang bukti satu buah kunci yang diduga digunakan oleh OTK melempar rumah Farhan.

Sementara itu, salah seorang saksi mata yang melihat kejadian tersebut di lokasi bernama Hadi mengungkapkan saat kejadian itu dia mengaku sedang hendak menyeberang jalan. Posisi dia dengan rumah Farhan berjarak sekitar 10 meter.

Saat itu, sekitar pukul 21.30 WIB, dia mengaku mendengar suara di dekat rumah Farhan seperti suara ada sepeda motor yang jatuh.

"Mendengar suara itu, kemudian saya lari ke lokasi, saat sampai di lokasi saya justru tidak melihat ada sepeda motor yang jatuh. Saya juga sempat menanyakan kepada anak-anak di sekitar lokasi tersebut apakah ada yang melempar kaca rumah dengan batu, ternyata juga tidak mereka lakukan," ujar Hadi.

"Karena tidak ada apa-apa kemudian saya beranjak pergi dari lokasi tersebut," tambah Hadi.

Baru sekitar 1 jam kemudian, pemilik rumah Farhan pulang ke rumahnya dan melihat kaca jendela bagian depan rumahnya sudah pecah.

Hadi mengaku sempat melihat satu sepeda motor jenis metic yang melaju kencang dari depan rumah Farhan dan langsung berbelok ke Lorong Indrapuri, Desa Kuta Buloh II.

"Setelah lewat sepeda motor itulah, langsung terdengar suara keras seperti ada sepeda motor jatuh. Yang kemudian diketahui suara kaca jendela rumah yang pecah akibat di lempar OTK," ungkap Hadi.

Sementara itu, Kapolsek Ipda Junaidi yang dikonfirmasi secara terpisah membenarkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke rumah Farhan di Desa Kuta Buloh II, pasca menerima informasi ada pelemparan kaca jendela rumah oleh OTK.

"Kami sudah turun ke lokasi tersebut. Barang bukti gembok kunci juga sudah kami amankan. Kasus tersebut sedang dalam penyelidikan polisi. Sejauh ini kami belum bisa menyimpulkan apakah benar rumah tersebut dilembar OTK atau karena ada faktor lain," kata Junaidi.

Dalam kesempatan itu, Junaidi mengimbau kepada seluruh masyarakat Meukek agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum tertentu yang tidak bertanggungjawab.

Sementara, Musliadi Opi mengatakan, upaya intimitasi dan aksi teror terhadap anggotanya oleh OTK memang sudah terjadi sejak menjelang hari "H" hingga pasca pencoblosan suara.

"Aksi teror itu sudah sejak lama kami alami, namun selama ini kami tahan-tahan tidak kami besar-besarkan. Selain rumah Farhan di Gampong Kuta Buloh II, kejadian serupa sebelumnya juga sudah menimpa rumah Yudi dan Adul di Gampong Labuhan Tarok, Kecamatan Meukek," ungkap Opi.

Sementara itu, Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Tim Pemenangan Irwandi - Nova Aceh Selatan, Abdullah menyatakan bahwa pihaknya mengecam keras tindakan oknum tertentu yang melakukan aksi teror dan intimidasi terhadap anggotanya dilapangan.

"Aksi oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut merupakan bagian dari strategi mereka memprovokasi agar situasi keamanan dan ketertiban yang selama ini sudah sangat kondusif sejak menjelang hari 'H' hingga pasca pencoblosan menjadi kacau dan rusuh. Karena itu, kami mengimbau kepada seluruh tim pemenangan dan simpatisan agar tidak mudah terpancing," tegasnya.

Kepada pihak aparat keamanan, Abdullah meminta agar segera mengusut tuntas kasus aksi teror pelemparan rumah tim pemenangan Irwandi - Nova di Kecamatan Meukek tersebut, sehingga situasi Kamtibmas di tengah-tengah masyarakat Aceh Selatan tetap kondusif.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...