Ini Penjelasan,

Rumah Jubir PA Dikepung Tim FA-TAR

FOTO | IlustrasiIllustrasi
A A A

LHOKSUKON Juru bicara Komite Peralihan Aceh - Partai Aceh (KPA-PA) wilayah Pase, M Jhony, membantah pihaknya terlibat dalam pemukulan terhadap tim sukses Paslon Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara, FA-TAR. Menurutnya persoalan yang terjadi di Kecamatan Langkahan, tidak ada hubungan dengan Tim FA-TAR, melainkan dengan tim Partai Nasional Aceh (PNA).

Hal itu disampaikan M Jhony kepada portalsatu.com via telepon seluler, Minggu, 25 Desember 2016. Dikatakan, selama ini pihaknya selalu mematuhi hukum. Dalam beberapa waktu terakhir, sudah tiga kali kejadian menimpa pendukung atau simpatisan Partai Aceh, di Krueng Geukuh (Dewantara), Geuredong Pase dan Lhoksukon.

Dia menceritakan terkait pembakaran baliho dan bendera PNA di Langkahan, Jumat, 23 Desember 2016 malam. Paginya, Sabtu, 24 Desember 2016, Tim Panwas datang ke lokasi dan meminta semua bendera serta atribut Partai Aceh yang terpasang di gampong tersebut agar dicabut. Atas persoalan itu, Jhoni dan timnya bergerak ke Langkahan.

"Kami tidak bersedia mencabut bendera PA yang ada di lokasi, apalagi Kantor PNA yang ada itu baru didirikan. Ditambah lagi, kejadian pembakaran baliho PNA itu bukan PA yang lakukan. Kenapa malah kami yang kena imbasnya," ujar Jhony.

Di Langkahan, pihaknya singgah di Kantor Pemenangan Partai Aceh yang ada di Simpang Tiga dan juga melewati Kantor PNA. Lalu pihaknya berangkat ke lokasi lainnya sekedar 'ngopi' di Buket Lienteung, serta membagikan baju dan kalender kepada masyarakat.

Dalam perjalanan pulang, mobil yang ditumpangi Jhony distop warga yang meminta baju dan kalender. Ini berada di lokasi Kantor PNA di Gampong Leubok Mane.

"Usai pembagian baju dan kalender, berjarak 100 meter dari lokasi kami berdiri, terlihat keributan dan ada yang berantam di depan Kantor PNA. Saya menuju lokasi dan melerai perkelahian itu. Saya juga minta warga setempat membawa salah satu tim PNA yang terlibat keributan itu agar dibawa ke tempat lain. Setelah itu saya berangkat pulang ke Pantonlabu," katanya.

Berlanjut di malam hari (Sabtu), tiba-tiba calon Wakil Bupati Aceh Utara nomor urut 4 dan timnya mendatangi rumah pribadinya, di Gampong Matang Drien, Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Terkait adanya pendukung PA yang terlibat perkelahian dengan pendukung PNA beberapa waktu lalu, menurut Jhony, persoalan itu sudah ditangani pihak kepolisian. Menurutnya pendukung PA yang terlibat juga sudah diamankan sejak lama.

"Kan aneh, kok tiba-tiba malah ada urusan dengan Tim FA-TAR. Padahal kami tidak ada masalah dengan Tim FA-TAR. Dalam hal ini jangan libatkan massa, karena yang mendatangi rumah saya itu langsung cawabup Muchtar. Jika dikatakan persoalan di Langkahan, itu kejadian di depan Kantor PNA, bukan Kantor FA-TAR," ujarnya.

Semalam, kata dia, Tim FA-TAR juga merusak empat posko pemenangan Partai Aceh di Pantonlabu. Masing-masing, di Cempedak, Rawang Itek, Meunasah Panton dan di depan Masjid Raya Pase Pantonlabu.

"Seluruh atribut dan bendera Partai Aceh di Pantonlabu juga habis dibakar tim FA-TAR. Selaku warga yang taat hukum, kami ingin persoalan ini diselesaikan oleh pihak kepolisian. Hari ini, kami membuat laporan ke Polres Aceh Utara," kata M Jhony.

Sumber:portalsatu.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...