Terkait Kabar Pasien Dipaksa Pulang,

RSUDZA: Tidak Ada dan Tidak Akan Pernah Ada

FOTO | ISTIMEWAManajemen Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) dengan tegas membantah adanya kabar pasien yang disuruh pulang dalam keadaan koma, sebagaimana ramai di Media Sosial.
A A A

Memang ada kondisi tertentu pasien belum sembuh menurut keluarga, tapi perkiraan medis pasien sudah bisa rawat rumah dengan berbagai persyaratan. Jadi tidak benar rumah sakit menyuruh pulang pasien, yang ada rumah sakit merawat pasien, dan disuruh pulang jika sudah memenuhi syarat,

Fachrul Jamal Direktur RSUDZA

BANDA ACEH - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainal Abidin (RSUDZA) dengan tegas membantah adanya kabar pasien yang disuruh pulang dalam keadaan koma, sebagaimana ramai di Media Sosial.

Bantahan itu disampaikan Direktur RSUDZA Fachrul Jamal didampingi Wakil Direktur RSUDZA, Azharuddin dan Masra Lena selaku dokter spesialis penyakit dalam yang merawat pasien atas nama MN.

Fachrul Jamal mengatakan ada informasi yang salah bahkan terputus sehingga tersiar kabar seolah-olah dokter meminta paksa pasien untuk pulang. Menurutnya hal itu tidak ada dan tidak akan pernah ada.

Fachrul mengaku sudah meminta klarifikasi kepada dokter yang bertanggungjawab merawat pasien, namun dokter mengaku tidak pernah meminta agar pasien dibawa pulang paksa.

“Memang ada kondisi tertentu pasien belum sembuh menurut keluarga, tapi perkiraan medis pasien sudah bisa rawat rumah dengan berbagai persyaratan. Jadi tidak benar rumah sakit menyuruh pulang pasien, yang ada rumah sakit merawat pasien, dan disuruh pulang jika sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Hal itu juga ditegaskan Wadir RSUDZA Azharuddin. Ia membantah dengan keras jika ada pernyataan pasien dipaksa pulang, karena menurutnya secara kepatutan saja, sangat konyol jika pasien sedang koma disuruh pulang.

“Karena kapan pasien boleh dibawa pulang dari rumah sakit, kriterianya sangat jelas,” ujarnya.

Sementara itu dokter Masra Lena selaku spesialis penyakit dalam yang merawat pasien atas nama MN, mengaku tidak pernah mengeluarkan kata-kata pulang paksa kepada pasien tersebut.

Ia mengaku pasien menderita penyakit infeksi yang sangat berat sehingga harus diisolasi. Pasien yang sudah menjalani perawatan sejak 2 Februari 2018 itu kata Lena juga harus menjalani cuci darah secara rutin, dan pasien juga punya riwayat stroke.

“Jadi secara logika tidak mungkin pasien diminta pulang karena sedang ditangani infeksinya, dan kondisi pasien belum pantas untuk dipulangkan,” tambahnya.

Bahkan kata Lena, istri pasien awalnya sempat meminta agar suaminya dibawa pulang, namun dokter yang bersikukuh untuk di rawat.

“Kondisi pasien saat ini belum bisa dibawa pulang, namun kalau sudah stabil bisa di rawat di rumah,” pungkasnya.

Kode:47
Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...