Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh. Mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang. Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe. “Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

RSUD Munyang Kute Ditetapkan Sebagai RS Rujukan Covid-19

ISTIMEWA Petugas Medis Covid-19 memakai APD
A A A

BENER MERIAH - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Munyang Kute Kabupaten Bener Meriah ditetapkan sebagai RSU rujukan penangulangan penyakit Infaksi Emerging Tertentu bersama 14 RSU lainya di Provinsi Aceh.

Ditunjuknya RSUD Munyang Kute sebagai RSU rujukan penangulangan Covid-19, sesuai dengan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 440/1504/2020 tertanggal 09 November 2020.

Informasi ini disampaikan Direktur RSUD Munyang Kute dr Sri Tabahati Sp An, Selasa (24/11/ 2020).

"Sebagai rumah sakit rujukan ada tiga tugas yang harus dilaksanakan oleh RSUD Munyang Kute yaitu melaksanakan penatalaksanaan dugaan kasus Covid-19, memberikan pelayanan rujukan pasien dan rujukan spesimen dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia," terang Sri Tabahati.

Salah satu kelebihan dari RSUD Munyang Kute, lanjutnya, adalah dengan adanya Gedung Ruangan Isolasi Tekanan Negatif (RITN) Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging (Pinere) yang diresmikan pada Rabu, 30 September 2020.

"RITN ini berkapasitas 8 tempat tidur, dengan fasilitas ventilator anak dan dewasa, dan masing-masing ruangan dilengkapi dengan monitor Hemodynamic, komunikasi intercom, ruang mobile X-Ray, serta tenaga kesehatan yang sudah terlatih," rincinya.

Direktur RSUD Munyang Kute menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang dilakukan upaya untuk melakukan pengadaan alat pemeriksaan RT PCR di RSUD Munyang Kute.

Direktur RSUD Munyang Kute dr. Sri Tabahati, Sp. An

"Jika kita nantinya sudah memiliki alat ini maka Kabupaten Bener Meriah dapat mandiri penanganan Covid-19, selama ini kendala kita adalah pemeriksaan laboratorium Covid-19 membutuhkan waktu 2-4 hari dengan adanya alat ini dalam hitungan jam kita akan dapat melakukan penegakan diagnosis Covid-19," jelasnya.

Lain itu, timpal dr Sri Tabahati, rumah sakit yang dipimpinnya juga sebagai salah satu dari 10 rumah sakit di Aceh yang diberi kesempatan mengirimkan tenaga perawat ICU dan IRTN untuk mengikuti pelatihan perawatan pasien Covid-19.

"Kita harapkan bersama, setelah pelatihan ini tenaga keperawatan kita lebih mahir, khususnya menangani pasien Covid-19," tutup dr Sri Tabahati.

Sementara untuk perkembangan kasus Covid-19 di Bener Meriah, dijelaskan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah, Khalisuddin, hingga berita ini dirilis belum ada penambahan pasien konfirmasi positif.

"Sampai dengan saat ini total pasien konfirmasi positif berjumlah 162 orang dengan rincian sembuh 120 orang, isolasi mandiri 30 oranh, dirawat 4 orang dan meninggal 8 orang," terang Khalisuddin.

Pun penyebaran Covid-19 sudah menurun, Satgas Penanganan Covid-19 Bener Meriah mengimbau agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari.

"Hindari kerumunan, jika keluar rumah pakailah masker, rajin mencuci tangan dan jaga jarak," pintanya.

Rubrik:KESEHATAN

Komentar

Loading...