Satu unit rumah berkontruksi kayu di Desa Lampeuneuen Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar dilalap si jago merah, Selasa (1/12/2020) sekira pukul 12:49 WIB. Peristiwa kebakaran ini diduga akibat kompor yang lupa dimatikan, sehingga rumah yang diketahui milii Mawardi (41) dalam kondisi rusak berat.

Setelah Adanya Positif Corona

RSUD Meuraxa Harus Disterilkan

AK JAILANIKetua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara
A A A

BANDA ACEH - Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Tati Meutia Asmara meminta kepada pihak RSUD Meuraxa agar segera dilakukan sterilisasi secara menyeluruh di rumah sakit milik Pemko tersebut.

Permintaan Tati kepada Manajemen rumah sakit, setelah dua dokter dan seorang petugas labotarium yang bertugas disana dinyatakan positif Corona.

Selain itu, guna menghilang kecemasan terhadap masyarakat yang diduga pernah melakukan kontak langsung dengan pasien positif corona tersebut agar dilakukan uji swab.

Begitu juga dengan petugas medis lainnya yang selama ini bekerja di RSUD Meuraxa. mareka juga perlu dilakukan uji swab oleh oleh manajemen RS Meuraxa.

"Khususnya kondisi saat ini saya melihat, yang pertama sekali saya telah inten menyampaikan arahan kita dari DPRK agar Rumah Sakit segera dilakukan seterilasi," kata Tati Meutia Asmara, Senin(29/6/2020) kepada acehimage.com.

Namun, berdasarkan informasi yang diterima, politisi perempuan ini mengaku bahwa RSUD Meuraxa telah melakukan penyempotran disinfektan setelah dua dokter disana dinyatakan positif COVID-19.

"Dan Alahamdulilah proses disinfektan saya dapat informasi telah dilakukan kemarin,"tambahnya.

Kemudian, perempuan peraih suara terbanyak pada Pileg 2019 lalu ini menyarankan kepada direktur RSUD Meuraxa agar menyiapkan berbagai fasilitas guna merawat pasien corona.

Selain itu, dia menilai kerjasama RSUD Meuraxa dengan Dinas Kesehatan Banda Aceh dianggap sangat dibutuhkan.

"Kerjasama Meuraxa dengan Dinas Kesehatan Banda Aceh sangat butuh koordinasi dan korolisasi yang sangat kuat,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...