Uang Beasiswa Dipotong

Rp300 Ribu Hingga Rp1,5 Juta

FOTO | IllustrasiIllustrasi
A A A

SUKA MAKMUE — Sejumlah penerima bantuan beasiswa Bidikmisi yang terdiri atas siswa dan mahasiswa di Kabupaten Nagan Raya, Kamis (22/12) siang melaporkan adanya pemotongan uang bantuan beasiswa yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPR RI kepada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Nagan Raya.

Informasi yang diperoleh Serambi dari penerima bantuan beasiswa dan LSM di Nagan Raya, uang itu diduga dipotong oleh sebuah perguruan tinggi di Nagan, besarnya Rp 300.000 hingga Rp 1,5 juta/orang, tergantung dari banyaknya uang bantuan yang diterima.

Menurut sejumlah korban yang mengadu ke YARA kemarin, uang jatah beasiswa yang mereka terima itu dipotong dengan dalih untuk biaya mengikuti kursus bahasa Inggris selama enam bulan di Nagan. Instrukturnya yang merupakan native speaker (penutur asli bahasa Inggris) didatangkan dari United Kingdom.

“Yang membuat penerima beasiswa mengeluh, mengapa siswa/mahasiswa yang tak ikut les bahasa Inggris juga dipotong uangnya. Ini kan sangat aneh?” kata Koordinator LSM YARA Nagan Raya, Wahidin, kepada Serambi, Kamis (22/12) siang.

Menurutnya, program pelatihan bahasa Inggris yang digagas Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Pelita Nusantara (STIAPEN) Nagan Raya ini sangat bagus, karena diharapkan bisa mendidik generasi muda supaya lancar dan mahir berbahasa Inggris.

Namun, yang menjadi persoalan, ketika uang bantuan beasiswa ini akan diambil dari bank, uang bantuan yang sudah masuk ke rekening masing-masing penerima bantuan justru dipotong dalam jumlah bervariasi.

Apalagi, kata Wahidin, banyak penerima beasiswa yang tak tahu bahwa pemotongan tersebut untuk biaya pelatihan bahasa Inggris di kampus. Sehingga ketika ada pemotongan, langsung diprotes dan dilaporkan ke YARA dengan harapan mendapatkan kejelasan. “Kita berharap hal ini segera diperbaiki, sehingga tak ada penerima beasiswa yang dirugikan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua STIAPEN Nagan Raya, Edi Wanda yang dikonfirmasi Serambi kemarin malam membenarkan bahwa sebanyak 2.300 penerima bantuan beasiswa di kabupaten itu dipotong uangnya sebagai biaya untuk mengikuti kursus bahasa Inggris selama enam bulan dengan intsruktur yang didatangkan dari Inggris.

“Sebelum bantuan beasiswa ini cair, seluruh penerima bantuan memang kita wajibkan untuk ikut komunitas les bahasa Inggris. Karena uang ini diusulkan untul program kursus bahasa Inggris, sehingga putra-putri Nagan Raya mahir berbahasa asing,” kata Edi Wanda.

Menurutnya, penerima bantuan beasiswa tersebut terdiri atas kalangan siswa SMA, SMK, dan kalangan mahasiswa dengan sumber yang berasal dari dana aspirasi sejumlah anggota DPR RI termasuk dari Aceh.

Sebelum dana ini dipotong untuk belajar kursus, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah dan mahasiswa penerima beasiswa di Nagan Raya guna memastikan ketika uang tersebut nantinya cair, maka sebagian harus mengiuti les bahasa Inggris sehingga di Nagan Raya akan ada komunitas Kampung Inggris yang mahir berbahasa asing.

Menurutnya, semua penerima bantuan ini datanya diperoleh langsung dari semua sekolah yang ada di Nagan Raya.

Edi Wanda juga menjelaskan, uang yang dipotong itu bagi siswa SMA/SMK kelas X (Kelas I) sebesarnya Rp 300 ribu/orang dari total bantuan yang diterima sebesar Rp 500.000/orang.

Untuk kelas II dan III (XI dan XII) dipotong Rp 600.000 per orang dari total uang yang diterima di rekening sebesar Rp 1 juta/orang. Sedangkan bagi mahasiswa, kata Edi Wanda, dipotong Rp 1,5 juta/orang dari total bantuan yang cair sebesar Rp 7 juta lebih/orang.

Ia tambahkan, dana kursus yang dipotong tersebut langsung masuk ke rekening yang telah disediakan dengan ketentuan setiap penerima beasiswa mengisi formulir pendaftaran kursus Bahasa Inggris yang tersedia.

Bagi penerima bantuan beasiswa yang tidak mau mengikuti kursus dimaksud, ia sarankan supaya uang ini tidak ditarik lebih dulu. Pasalnya, uang ini cair karena sebelumnya telah diusulkan khusus untuk membuat program Nagan Raya Berbahasa Inggris dan telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah.

“Semua paket kursus ini sama nantinya kepada setiap penerima, tak ada yang berbeda meski uang yang dipotong jumlahnya berbeda jumlahnya,” kata Edi Wanda yang mengaku seluruh uang itu digunakan untuk membiayai pelatihan bahasa asing yang instrukturnya dari Inggris.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...