Tahun 2030

Rokok Diprediksi Sebabkan Kematian 8 Juta Orang Tiap Tahun

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi Rokok
A A A

JAKARTA - World Health Organization (WHO) bersama National Cancer Institute, Amerika Serikat, melaporkan bahwa dengan tren konsumsi rokok yang ada beban ekonomi dunia akibat rokok pada tahun 2030 bisa meningkat jadi lebih dari 1 triliun dolar per tahun. Selain itu angka kematian karena rokok juga meningkat dari yang tadinya 6 juta orang per tahun menjadi 8 juta orang per tahun.

Para peneliti mengatakan angka kerugian akibat rokok tersebut tidak sebanding dengan keuntungan yang dihasilkan. Diperkirakan pajak dari industri rokok secara global hanya sekitar 269 milyar dolar di tahun 2013-2014.

"Kematian yang berkaitan dengan tembakau diproyeksikan akan meningkat dari 6 juga per tahun menjadi 8 juga per tahun di 2030. Lebih dari 80 persen kematian ini terjadi di negara berpenghasilan menengah ke bawah," ungkap studi seperti dikutip dari Reuters, Selasa (10/1/2017).

Menurut studi perokok dunia paling banyak memang terdapat di negara-negara menengah ke bawah. Meski sebenarnya kerugian materi dan nyawa ini dapat dicegah, pemerintah di beberapa negara masih takut mengendalikan konsumsi tembakau karena kekhawatiran akan berdampak pada ekonomi.

"Kekhawatiran pemerintah bahwa pengendalian tembakau akan memiliki dampak yang merugikan tidak memiliki bukti kuat. Ilmunya sudah jelas sekarang adalah waktunya bertindak," tulis studi.

Di Indonesia sendiri kebiasaan mengonsumsi rokok juga bisa dibilang cukup kuat. Hal ini terbukti dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang melihat bahwa rata-rata pengeluaran keluarga indonesia untuk rokok lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk membeli daging maupun telur ayam.

Dari tahun ke tahun, data BPS memang menempatkan rokok di urutan kedua penyumbang kemiskinan setelah beras. Data September 2016 menyebut rokok memberikan kontribusi bagi kemiskinan sebesar 10,7 persen baik di perkotaan maupun pedesaan.

Komentar

Loading...