Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Rocky Sambut Kepulangan Nelayan yang Ditahan di Thailand

ISTIMEWABupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H. M. Thaib saat membagi bingkisan kepada nelayan Aceh Timur bekas tahanan Thailand, di Pendopo Idi, Rabu(7/10/2020).
A A A

ACEH TIMUR- Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyambut kepulangan 51 nelayan Aceh yang dibebaskan dari tahanan Thailand beberapa waktu lalu. Ketibaan rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin H M Thaib SH bersama Forkopimda lainnya, di pendopo Bupati, Rabu (7/10/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, 51 nelayan Aceh itu berdomisili dibeberapa kabupaten di Aceh, diantaranya, 42 orang nelayan asal Aceh Timur, 1 orang dari Kota Lhoksemawe, 4 orang dari Kabupaten Aceh Utara, 1 orang kabupaten Pidie, 2 orang dari Aceh Tamiang, bahkan 1 orang dari luar Aceh yaitu Kabupaten Serdang Bedagai Sumut.

“Terimakasih kepada semua Kemenlu yang telah menfasilitasi pemulangan seluruh nelayan kita hingga sampai ke deerah masing- masing dengan selamat. Terimakasih juga kepada semua pihak yang telah berkerja mengurus proses ini,” kata Bupati

Sebagai bentuk perhatian, pemerintah Aceh Timur juga memberi bingkisan kepada nelayan Aceh Timur. “ Kita memberi bantuan 5 juta rupiah dan sedikit bingkisan. Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan agar para nelayan ini tetap menjaga protocol kesehatan walaupun mereka semuanya telah dikatakan negative dari virus covid- 19.

"Walopun demikian tetap waspada dan jaga kesehatan serta tetap mengikuti protocol kesehatan saat berkumpul dengan keluarga dan aktivitas lainnya,” pinta bupati Rocky.

Untuk diketahui 51 nelayan tersebut ditangkap otoritas Thailand, 21 Februari 2020. Dua kapal yang ditumpangi yaitu KM Perkasa Mahera dan KM Voltus ikut di ringkus pihak Thailand. Atas keputusan Raja Thailand mereka akhirnya mendapat amnesti. Saat tiba di Aceh Timur, para nelayan tersebut disambut dengan penuh rasa haru dari pihak keluarga.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...