Lagi Hamil Jangan Asal Minum Obat

Risikonya Bisa Keguguran!

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi
A A A

OBAT penghilang rasa sakit (pain killer) memang telah menjadi strategi ampuh sebagian besar masyarakat. Beberapa penyakit seakan hilang dan Anda bisa memulai aktivitas dengan normal kembali. Namun, sebenarnya penyakit tersebut bukannya pergi, tetapi badan Anda saja yang mendapatkan asupan kekuatan untuk menahan sakit.

Jika salah dalam menggunakan obat ini, bukannya sembuh, malah Anda akan menimbun penyakit baru yang nantinya akan sangat merugikan. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) selama waktu pembuahan secara signifikan dapat meningkatkan risiko keguguran pada delapan minggu pertama kehamilan.

Beberapa pain killer seperti ibuprofen, naproxen, diklofenak dan celecoxib memang dijual bebas di pasaran. Akan tetapi Anda membutuhkan resep dokter untuk menggunakan obat tersebut supaya tidak melebihi dosis yang dianjurkan. Biasanya obat ini digunakan untuk meredakan demam dan nyeri.

Obat ini tergolong obat yang bekerja untuk menurunkan tingkat darah prostaglandin, sejenis zat kimia yang meningkatkan peradangan dan rasa sakit.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. De-Kun Li telah menilai efek penggunaan NSAID pada awal kehamilan.Para peneliti merekrut 241 wanita yang menggunakan pain killer selama waktu konsepsi dan selama 20 minggu pertama kehamilan.

Sementara 391 orang lainnya hanya menggunakan acetaminophen selama periode ini, dan 465 wanita yang tidak menggunakan kedua jenis obat tersebut. Rata-rata wanita yang diteliti memiliki usia kandungan selama 39 hari.

Para peneliti menemukan sekira 24 persen wanita yang mengonsumsi pain killer mengalami keguguran dalam 20 minggu pertama kehamilan jika dibandingkan dengan 16 persen wanita yang mengonsumsi acetaminophen dan 17 persen wanita yang tidak mengonsumsi obat.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko keguguran, para peneliti menemukan perempuan yang menggunakan NSAIDS memiliki risiko keguguran 59 persen lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak mengonsumsi obat penghilang rasa sakit.

Pengguna NSAID juga memiliki risiko keguguran sebesar 45 persen lebih tinggi dari pengguna acetaminophen. Selain itu, peneliti melihat risiko tambahan hampir pada seluruh wanita yang menggunakan pain killer di sekitar waktu pembuahan.

Keguguran kemungkinan besar terjadi dalam delapan minggu pertama kehamilan. Tingkat risiko juga meningkat untuk wanita yang menggunakan pain killer selama dua minggu atau lebih dibandingkan dengan mereka yang meminumnya untuk waktu yang lebih singkat.

Kode:47
Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...