Darwati A Gani,

Resmikan Kantor DWP Aceh

FOTO | Humas AcehPenasehat Dharma Wanita Persatuan Aceh, Darwati A Gani (tengah)
A A A

Ada tiga poin besar yang perlu kita perkuat, yaitu mendorong agar DWP Aceh dapat meningkatkan peran yang lebih konstruktif bagi para anggotanya, memperkuat peran DWP dalam melindungi, memberdayakan dan memajukan perempuan di daerah, serta meningkatkan peran DWP dalam membangunan kesejahteraan keluarga, maupun bidang lain yang bersentuhan dengan perempuan dan keluarga,

Darwati A Gani Penasehat Dharma Wanita Persatuan Aceh

BANDA ACEH - Tujuan utama pembentukan Dharma Wanita Persatuan tidak semata-mata untuk memperkuat silaturrahmi antar istri atau keluarga Aparatur Sipil Negara saja. Lebih dari itu, keberadaan organisasi ini sesungguhnya sangat dibutuhkan untuk membantu tugas-tugas pemerintah dalam membangun daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Aceh, Darwati A Gani, dalam sambutannya pada acara peresmian Gedung DWP Aceh yang dirangkai dengan Peringtan Maulid Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam, di kawasan Lampineung, Selasa (6/2).

“Ada tiga poin besar yang perlu kita perkuat, yaitu mendorong agar DWP Aceh dapat meningkatkan peran yang lebih konstruktif bagi para anggotanya, memperkuat peran DWP dalam melindungi, memberdayakan dan memajukan perempuan di daerah, serta meningkatkan peran DWP dalam membangunan kesejahteraan keluarga, maupun bidang lain yang bersentuhan dengan perempuan dan keluarga,” ujar Darwati.

Melihat berbagai tugas tersebut, Darwati mengingatkan agar Pengurus DWP Aceh tetap kompak dan terus bekerja keras menjalankan program yang telah ditetapkan. Selain itu, Darwati juga berpesan kemitraan dengan organisasi lain terus diperkuat agar sasaran dari program yang dijalankan memberi hasil yang lebih baik.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Dekransda Aceh itu menambahkan, demi mendukung kelancaran tugas-tugas tersebut, maka sudah selayaknya DWP Aceh memiliki kantor yang kondusif, lengkap dengan berbagai kebutuhan administrasi dan ruangan yang memadai.

Untuk diketahui bersama, selama ini DWP Aceh tidak memiliki kantor permanen, karena masih berstatus pinjam pakai dari Dinas Bina Marga Aceh dan PKK Aceh. Untuk itu, Darwati berharap para pengurus DWP menjadikan kantor tetap ini sebagai tempat berkumpul, bersilaturrahmi dan menuangkan gagasan dalam menjalankan program yang telah ditetapkan.

“Saya berharap dengan kehadiran kantor baru ini, DWP Aceh lebih fokus menjalankan tiga poin tugas yang saya sebutkan di atas tadi. Apalagi peresmian gedung ini dirangkai pula dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kita berharap spirit kebersamaan, kerja keras serta visi pengembangan keluarga bahagia sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah, bisa menjadi pengiring semangat kita untuk dapat menghasilkan karya-karya terbaik dari dalam gedung ini,” kata Darwati.

Darwati Kampanye Bahaya Rokok
Dalam kesempatan tersebut, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh itu juga berpesan kepada sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh yang turut berhadir untuk mulai tertib saat merokok dan menghindari rokok serta menyusun kebijakan terkait rokok di kantor masing-masing.

“Beberapa hari lalu saya hadir dalam peringatan Hari Kanker se-Dunia. Kita sangat miris dengan berbagai data yang menyebutkan bahwa angka kejadian kanker di Indonesia dan dunia terus meningkat setiap tahunnya.

Salah satu faktor penyebabnya adalah terpapar asap rokok,” imbuh Darwati. Oleh karena itu, Darwati berharap kepada kaum pria yang merokok untuk tidak merokok di fasilitas-fasilitas umum dan perkantoran. Darwati menghimbau agar para Kepala SKPA untuk menyediakan satu ruang khusus untuk para perokok di kantor masing-masing.

“Menyediakan ruang khusus untuk para perokok juga menjadi satu hal yang sangat penting karena berbagai penelitian menyebutkan bahwa perokok pasif justru memiliki resiko jauh lebih berbahaya dari pada perokok aktif,” sambung Darwati.

Sementara itu, menyikapi kasus pencabulan anak yang baru-baru ini terungkap di Aceh Selatan, Darwati berharap agar para penceramah Aceh memasukkan materi terkait perlindungan keluarga dan bijak memanfaatkan kemajuan teknologi di tengah laju perkembangannya yang semakin tak terbendung.

“Di tengah kesibukan pekerjaan, beberapa orang tua cenderung abai terhadap fungsinya sebagai perisai dan tameng bagi keluarga. Hal inilah yang menjadi momentum bagi predator anak untuk melakukan kekerasan seksual terhadap anak. Dan, hal yang membuat kita miris, para pelaku yang ternyata orang-orang terdekat. Ini tentu harus menjadi perhatian kita bersama,” tambah Darwati.

Senada dengan Penasehat DWP Aceh, Ketua DWP Aceh, Hj Syamsiarni, dalam sambutan singkatnya mengajak seluruh anggotanya untuk memanfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya, dalam rangka membantu turut mendukung program Aceh Hebat yang digagas oleh Pemerintah Aceh.
Kegiatan tersebut turut diisi dengan ceramah Maulid yang disampaikan oleh Ustadz Masrul Aidi.

Sekretaris Daerah Aceh, Drs Dermawan MM, selaku Penasehat DWP Aceh, serta sejumlah Kepala SKPA lainnya terlihat hadir dalam kegiatan tersebut. Di akhir acara, pengurus DWP Aceh juga memberikan santunan kepada 100 anak Yatim dari Panti Asuhan Nirmala.

Menyediakan ruang khusus untuk para perokok juga menjadi satu hal yang sangat penting karena berbagai penelitian menyebutkan bahwa perokok pasif justru memiliki resiko jauh lebih berbahaya dari pada perokok aktif,
Penulis:Ngah
Fotografer:Ngah
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...