5 Januari 2009 – 5 Januari 2019

Rekam Jejak 10 Tahun acehimage.com

FOTO | ISTIMEWAFoto bersama
A A A

MENGUSUNG tagline photo journalist, acehimage.com lahir di tengah era digitalisasi tumbuh dan hadir dengan foto, video dan berita dari berbagai wilayah khususnya di Aceh.

Setiap foto tersaji secara digital dan dapat dilihat selama 24 jam dalam setiap hari. Pada tahun 2015 acehimage.com berada dibawah payung hukum PT ATRA MEDIA TRANSFORMASI dan memberi warna lain dalam kancah media portal, khususnya di Provinsi Aceh.

Hari itu, 5 Januari 2009. Satu catatan sejarah baru bahwa media berbasis online hadir di Aceh. Tak tanggung-tanggung, Wakil Gubernur Aceh saat itu, Muhammad Nazar SAg langsung melakukan launching di Hermes Palace Hotel, Kota Banda Aceh.
Banyak tamu undangan hadir. Mulai dari teman-teman sejawat, pejabat di Pemerintah Aceh, kalangan pengusaha hingga tokoh pers Aceh, H Harun Keuchik Leumiek dan Pendiri Harian Serambi Indonesia Sjamsul Kahar.

Ini bukan soal kehadiran mereka yang memberi ucapan selamat. Namun, begitu besar harapan sejumlah pihak dan berharap acehimage.com memberi ragam pilihan dalam menyajikan berita sesuai dengan kaidah jurnalistik.

“Saya mengucapakan selamat atas hadirnya acehimage.com. Semoga, media ini memberikan berita yang sesuai dengan peristiwa, data dan fakta dan melalukan kaidah jurnalistik dalam memproduksi berita,” harap Harun Keuchik Leumiek kala itu, yang hingga kini tetap kami pegang sebagai petuah.

acehimage.com hadir dengan mengungkap fakta, data dan peristiwa secara lugas, tajam, akurat dan terpercaya, menjadi salah satu media straightnews yang diperhitungkan di Aceh. Ada yang suka, tak sedikit pula yang mencela dan cerca. Terutama bagi mereka yang tersinggung dengan pemberitaan yang ada.

Saat itu, kami berada di garis embarkasi serba sulit untuk memilih. DIAM tanpa 'bicara' atau BERTERIAK dengan seribu tudingan PRASANGKA. Lalu, Aceh dihadapkan pada situasi perpolitikan di Aceh sedang tidak kondusif. Gubernur Aceh saat itu, Irwandi Yusuf mulai retak hubungannya dengan bekas elite Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mengusung hingga Irwandi-Nazar terpilih pada 2007.

Elite GAM mulai jenuh dengan cara-cara kerja Irwandi – Nazar. Keduanya terkesan tidak memperdulikan konsep GAM yang sebelumnya menjadi harga mati untuk diperjuangkan. Keduanya pun ingin dilengserkan.

Tak tinggal diam, Irwandi Yusuf mencium gelagat itu dan berambil kembali menjadi Gubernur Aceh untuk kali ke dua. Itu sebabnya, Irwandi Yusuf bersama koleganya dan pengikutnya dari kalangan GAM mendirikan Parlok bernama Partai Nasional Aceh (PNA).

Akibat blunder tersebut, ketegangan di tingkat bawah mulai merebak hingga merenggut banyak korban. Provokasi-provokasi terus dilancarkan di dua kubu, bahkan di sejumlah tempat terjadi kontak tembak dan aksi pemeboman yang hingga kini belum diungkap dalangnya.

Seiring bergulirnya waktu, Aceh masuk dalam babak baru. Pemegang kekuasaan pun kembali silih berganti. Mereka tak pernah lupa menabur berbagai janji hingga akhirnya 4,5 juta rakyat Aceh hanya bisa menanti.

Hari ini, 5 Januari 2019, Portal acehimage.com berusia 10 tahun. Dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kami punya, seluruh energi dan kekuatan telah kami berikan untuk memberikan percercahan kepada rakyat Aceh. Tentu, apa yang kami berikan, tak semuanya sempurna, karena kami juga manusia. Tapi, sebagai media dan insan pers, kami tetap tunduk, patuh, taat dan berdiri secara utuh pada UU POKOK PERS, Etika Pers maupun KODE ETIK JURNALISTIK.

Begitupun, sebagai media online lokal yang berdiri di atas kaki sendiri, tanpa modal penguasa maupun pengusaha hitam, kami tetap berikhtiar untuk selalu memberikan yang terbaik bagi pembaca. Sebab, kami sadar, tanpa Anda semua, kami bukanlah apa-apa.

Terima kasih untuk semua. Izinkan kami untuk terus berkarya dan mungkin saja sering berbeda dengan PENGUASA saat ini!. Karena perbedaan itu rahmad yang patut kita syukuri bersama. Salam

Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...