Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Reje Kampung Se-Kecamatan Wih Pesam Temui DPRK

SAMSUDDINReje Kampung dalam Kecamatan Wih Pesan menemui Anggota Komisi A DPRK Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH – Terkait adanya keinginan masyarakat untuk memberhentikan salah satu Reje Kampung di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Ketua Forum Reje Kampung Kecamatan Wih Pesam didampingi puluhan Reje Kampung lainnya temui DPRK Bener Meriah, Senin (12/10/2020).

Ketua Forum Reje Kampung Wih Pesam, Ahmad Amin Z kepada wartawan mengatakan, menyikapi adanya keingginan masyarakat untuk memberhentikan salah satu reje kampung di wilayah mereka. Namun setelah didalami syaratnya tidak memenuhi kalau dilihat dari sistem pemerintahan.

Untuk itu, jika ada hal-hal seperti ini hendaknya dilakukan pembinaan terlebih dahulu terhadap Reje Kampung dan menelusuri kesalahan yang telah dilakukan jangan langsung di berhentikan.

"Yang paling kacaunya lagi, persoalan yang selama ini terjadi adalah rasa ketidak puasan lawan politik saat pencalonan reje kampung, karena tidak terpilih dan juga tidak mendapatkan jabatan seperti keinginan lantas mereka melakukan upaya untuk menjatuhkan reje kampung yang terpilih," ujar Ahmad Amin Z.

“Dan mereka yang berkeinginan reje Kampung itu diturunkan, menyampaikan kepada salah satu anggota DPRK yang bukan membidangi atau ranahnya, mungkin karena yang datang tersebut adalah tim ada atau apa kita tidak paham sehingga anggota DPRK tersebut menyahutinya,"ungkap Ahmad Amin.

Untuk itu, kata Ahmad, agar hal seperti itu tidak semakin melebar dan merembet ke reje Kampung lainnya, hari ini pihaknya menemui Komisi A DPRK Bener Meriah yang membidangi pemerintahan agar memberikan teguran.

“Kepada Komisi A kami berharap apabila pengaduan-pengaduan serti itu tidak memenuhi syarat jangan dilayani," harapnya.

Disebutkan Ahmad, seluruh Reje Kampung di Wih Pesam telah sepakat dan siap akan mengundurkan diri jika hal-hal seperti itu terus terjadi dan tidak dibatasi. Karena untuk apalagi kami mempertahankan jabatan itu sementara tidak ada ketenangan dan kenyamanan kami untuk melaksanakan tugas.

“Untuk hari ini memang kita tidak menyampaikan hal itu kepada Komisi A, namun kami akan menyampaikan kepada forum-forum tinggi dan kepada APDESI ( Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia ) Kabupaten Bener Meriah, hal itu guna untuk ketenangan dan keberlangsungan pembangunan daerah ini," ungkap Ahmad.

Ahmad mengaku, hal tersebut bukan hanya terjadi pada Reje Kampung Bener Mulie tetapi juga telah terjadi pada Reje Kampung Sukarami Bawah dimana persoalan itu belum pun digodok oleh Komisi A Reje Kampung tersebut sudah diberhentikan. Pungkas

Reje Ratu Kampung Bener Mulie, Desi Ayuningtias

Sementara itu, Reje Ratu Kampung Bener Mulie, Desi Ayuningtias saat dikonfirmasi di Kantor DPRK Bener Meriah menyebutkan, menurutnya persoalan yang terjadi antara dia dan masyarakatnya hanya like dislike

Karena dia sebagai Reje Kampung di Bener Mulie sudah menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

"Dan hari ini saya data ke DPRK untuk memohon arahan dan bimbimbingan anggota Dewan terkait polemik yang ada di desa supaya tidak terseber kedesa-desa yang lain,"terang Desi.

Kepada wartawan, Desi mengaku ia mendapatkan tantangan langsung apakah mengundurkan diri atau diturunkan. Lalu kemudian dirinya meminta arahan kepada. DPRK setempat.

Terkait persoalan itu, Ratu Kampung Bener Meliu itu mengatakan dia telah melakukan mediasi dengan masyarakat yang difasilitasi Petue Kampung (BPK).

Menurut wanita Single itu, pemicu terjadinya polemik dikampungnya lantaran dia tidak mengakomodir semua keinginan masyarakat terutama terkait ketahanan pangan yang mereka meminta diberikan berupa uang.

Sementara itu anggota Komisi A DPRK Bener Meriah, Zulham mengtakan, kedatangan Reje Kampung se-Kecamatan Wih Pesam ke DPRK hari ini adalah untuk mencari solusi atau masukan terkait persoalan yang terjadi di Kampung.

Mendengar apa yang mereka sampaikan, kata Politisi PKB itu bahwa yang terjadi tersebut hanya miskomunikasi saja. Sebab tadi kami sempat memastikan kepada Reje Kampung yang bersangkutan yang dijalankan di Kampung apakah kebijakan atau peraturan.

"Karena jika kebijakan dilakukan itu beresiko karena ada celah hukum nantinya yang bisa masuk kedalamnya bisa dipersalahakan dimata hukum, namun jika dijalankan itu adalah aturan itu aman,"terang Zulham.

Untuk selanjutnya, DPRK akan memintai keterangan dari pihak yang berseberangan dengan Reja Kampung tersebut. Karena dalam mengnyelesaikan persoalan itu perlu kehati-hatian.

“Reje Kampung adalah ujung tombak pemerintahan dengan bermacam bentuk program, seperti dana desa, penangan Covid dan lain-lain, sementara kita mengetahui proses lahirnya reja kampung itu melalui sebuah pemilihan dan jabatan mereka adalah jabatan politik, dimana didalamnya ada kandidat, nah kandidat yang kalah tersebut kadang-kadang tetapi tidak semua yang belum bisa legowo menerima kekalahan tersebut," kata Zulham.

Untuk itu, Zulham meminta setiap Reje Kampung yang ada di Bener Meriah minimal paham dengan aturan Desa. "Agar apapun persolan yang terjadi dan yang muncul sudah kita gariskan kepada Kepala desa kita tetap kembali kepada aturan,"tegas Zulham.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...