Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Ratusan Warga Rohingya Kabur dari Aceh

ANTARASejumlah perempuan imigran etnis Rohingya menaiki truk evakuasi pascaterdampar di pesisir Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh, Senin (7/9/2020). Sebanyak 297 imigran etnis Rohingya, dengan rincian 181 perempuan, 102 orang laki-laki, dan 14 orang anak-anak, terdampar ke perairan Aceh sekita pukul 00.30 WIB pada Senin dini hari.
A A A

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 281 warga Rohingya melarikan diri dari kamp penampungan sementara di BLK Lhokseumawe, Aceh.

Data yang diperoleh Kompas.com, mereka datang dalam dua gelombang, yaitu gelombang pertama terdampar di Aceh Utara sebanyak 99 orang, lalu di Kota Lhokseumawe sebanyak 297 orang.

Total dari kedua gelombang itu 396 orang yang ditampung di Kamp BLK Lhokseumawe.

Dari jumlah itu, 281 orang melarikan diri dan 3 orang meninggal dunia. Saat ini hanya tersisia 112 orang di kamp penampungan sementara saat ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Public Relations Officer UNHCR Indonesia Mitra Suryono kepada Kompas.com, Sabtu (23/1/2021).

“Mereka meninggalkan kamp tanpa sepengetahuan petugas. Mereka menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyeberang ke Malaysia, karena sejak awal memang tujuan mereka Malaysia,” kata Mitra.

Dia menyebutkan, UNHCR memberikan pemahaman betapa bahayanya menggunakan jasa pihak ketiga untuk memasuki negara lain.
Hal tersebut berpotensi terjadinya tindak pidana kriminal dan lain sebagainya. “Kami imbau selalu agar mereka tidak meninggalkan kamp. Tetap di kamp sembari menunggu opsi terbaik untuk mereka,” kata Mitra.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah orang telah ditangkap dalam kasus membawa kabur warga Rohingya ke Malaysia.

Mereka kini ditahan di Polres Bireuen, Polres Lhokseumawe dan Polres Aceh Tamiang.

Sumber:KOMPAS.com
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...