Hasrat masyarakat di wilayah tengah Aceh untuk pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) kian masif. Bermacam upaya untuk proses percepatan lahirnya Provinsi ALA terus dilakukan, baik itu dari kalangan pimpinan daerah, tokoh pejuang, aktivis, mahasiswa hingga reje Kampung di wilayah tengah tersebut. Sejumlah pemuda memasang pamplet yang bertuliskan Kantor Bupati Bener Meriah Provinsi ALA yang dipasang persis didepan kantor Bupati Bener Meriah. Kamis ( 24/9/2020).

Ratusan Massa Geruduk Gedung DPRK Bener Meriah

SAMSUDDINRatusan massa melakukan aksi demontrasi di depan gedung DPRK Bener Meriah
A A A

BENER MERIAH - Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Masyarakat Benar Meriah menyerbu kantor DPRK daerah setempat, Senin (17/8/2020).

Kahadirian massa yang mengunakan damtruck dan sepada motor dengan membawa sepanduk dan kertas kartun yang bertulis bermacam tulisan, sebelum tiba di depan kantor DPRK setempat mereka melakukan long march dari pasar Simpang Tiga.

Putra Arita tampil sebagai koordinator lapangan aksi Aliansi masyarakat Bener Meriah yang, memimpin massa untuk menyampaikan tuntutannya di depan pintu gerbang DPRK Bener Meriah.

Secara bergantian satu persatu perwakilan massa itu menyampaikan aksinya, seperti yang di sampaikan Munawirarloti sedikitnya ada tujuh poin yang mereka tuntut terhadap pemerintah daerah.

Dalam tuntutannya, mereka mendesak pimpinnan untuk segera mengevaluasi tata kelola pemerintahan Bener Meriah.

Meminta penegak hukum mengusut tuntas indikasi korupsi di tubuh BPBD Bener Meriah terkait dana rehabilitasi Damkar Bener Meriah.

Mempertegas pemeberhentian Kalaksa BPBD Bener Meriah dalam bentuk surat resmi.

Mempercepat perbaikan unit damkar yang rusak.

Menjadikan program pengadaan unit damkar sebagai program prioritas APBK-P tahun 2020 untuk masing-masing kecamatan.

Meningkatkan kesejahteraan personel damkar Bener Meriah dan meningkatkan SDM Personel damkar.

"Memberikan konpensasi selayaknya bagi korban kebakaran akibat kelalaian pelayanan damkar,"sebut Munawirarloti.

Sementara, Sadra Munawar dan Muklis AB meminta unsur pimpinan DPRK untuk menghadirkan Bupati Bener Meriah ditengah-tengah masyarakat yang sedang mengelar aksi.

Begitu juga dengan perwakilan lainnya, terus mendesak pimpinan daerah agar hadir dihadapan mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi terhadap pemadam kebakaran serta tata kelola pemerintahan setempat.

Dengan mengunakan pengeras suara mereka juga meneriaki anggota DPRK Bener Meriah bukanlah pembatu Bupati.

Aksi massa itu sebagai buntut dari rasa kekecewaan massa atas penangan musibah kebakaran yang terjadi dua hari berturut-turur dengan ketidak sigapan BPBD setempat.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...