Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memanggil enam orang yang diduga terlibat korupsi proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh tahun 2017. Proyek tersebut berada di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Nama yang dipanggil secara terpisah itu ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal, masing- masing Yudi Saputra ST, PPK tahun 2018.

Rahmatullah Ditengah Pandemi

Dok PribadiNadia Syahputri
A A A

Oleh: Nadia Syahputri

Bulan Ramadhan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim dunia, sebab, Ramadhan merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriyah yang paling spesial bagi umat muslim saat melakukan ibadah.

Pasalnya, didalam bulan suci tersebut, Allah SWT memberikan kemuliaan berupa tiga hal, yaitu 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah ampunan, dan 10 hari terakhir adalah terbebas dari api neraka. Kemudian di bulan ini ada malam Lailatulqadar yang lebih baik dari 1000 bulan.

Ditengah pandemi covid-19 yang telah memporakporandakan tatanan dan meresahkan masyarakat serta kehadirannya yang bersamaan dengan momen Ramadhan tentu memiliki beragam dampak yang ditimbulkannya.

Bagi umat beriman, tentu akan menilai hal ini sebagai pahala lebih, baginya dimana sesuai hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Abu Hurairah Radihiallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda “Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampaiduri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.”

Selanjutnya, bulan suci Ramadhan juga dikenal sebagai bulan pengampunan dimana diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dari Ubadah bin Ash-Shamit bahwa Rasulullah bersabda “Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah SWT akan memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. Pada bulan itu Allah SWT melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para Malaikat berbangga dengan kalian dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahhmat Allah SWT.”

Berdasarkan uraian dua hadist diatas, hal tersebut dapat menjadi pegangan bagi umat yang beriman yang memiliki pikiran positif atas wabah yang diberikan ditengah hadirnya bulan suci Ramadhan. Hadirnya virus corona ditengah pandemi menjadi nilai lebih bagi umat yang beriman kepada Allah SWT dimana ia akan mendapatkan rahmat yang berlipat ganda pada bulan Ramadhan dan pengampunan atas wabah yang sedang terjadi.

Selanjutnya, kehadiran covid-19 sendiri juga menyebabkan ironi ditengah masyarakat yang menjalani ibadah puasa. Budaya masyarakat yang melakukan ibdah secara berjamaah harus dibatasi. Sebut saja buka puasa bersama yang menjadi budaya serta ibadah tarawih yang biasa dilakukan secara berjamaah. Selain itu, sebagian masyarakat memanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan berjualan menu berbuka puasa.

Pembatasan aktivitas sosial yang harus dilakukan masyarakat tentu akan berpengaruh terhadap daya jual menu berbuka puasa itu sendiri. Hal itu akan menjadi masalah ekonomi bagi masyarakat dengan ekonomi menengah kebawah mengingat ditengah pandemi tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Pembatasan aktivitas sosial yang dilakukan masyarakat selama bulan Ramdahn tentu akan menjadi nilai lebih untuk melakukan ibadah dirumah atau untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Jika tahun-tahun sebelumnya berbuka puasa bersama keluarga merupakan hal yang jarang, maka tahun ini virus corona telah memberikan hikmah agar lebih dekat dengan keluarga dan memanfaatkan momen tersebut.

Setelah melewati kewajiban berpuasa selama bulan Ramadhan, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri dimana pada tahun ini diprediksi akan dirayakan ditengah situasi pandemi. Budaya mudik harus ditunda terlebih dahulu untuk kebaikan bersama dalam hal pencegahan penyebaran virus corona jika mudik dilakukan. Hari Raya Idul Fitri berarti Hari kemenangan menuju fitrah atau suci seperti sedia kala. Diharapkan, dengan sampainya hari kemenangan nanti beriring pula kemengan umat manusia dalam menghadapi pandemi virus corona, Aamiin.

Penulis merupakan Mahasiswi Psikologi UIN Ar-Raniry
Supervisor : Harri Santoso, S.Psi., M.Ed

Rubrik:OPINI

Komentar

Loading...