Intelijen AS:

Putin Telah Membantu Trump Menangi Pilpres AS

FOTO | ISTIMEWAPresiden Rusia | Vladimir Putin
A A A

Moskow - Badan-badan intelijen Amerika Serikat mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan langsung pemerintahannya untuk membantu Donald Trump memenangi pemilihan presiden AS.

Badan Intelijen Pusat (CIA), Biro Investigasi Federal (FBI) dan Badan Keamanan Nasional (NSA) merilis sebuah laporan mengenai hal itu pada Jumat, 6 Januari waktu setempat. Dalam laporan itu disebutkan bahwa, Rusia berupaya membantu Trump dengan melancarkan kampanye fitnah terhadap mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, rival Trump dari Partai Demokrat.

"Kami menilai bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan kampanye pengaruh pada 2016 yang bertujuan untuk pemilihan presiden AS. Tujuan-tujuan Rusia adalah melemahkan keyakinan publik pada proses demokrasi AS, menjelek-jelekkan Menteri Clinton, dan membahayakan elektabilitas dan potensi kepresidenan dia. Kami lebih jauh menilai Putin dan pemerintah Rusia mengembangkan preferensi yang jelas untuk Presiden terpilih Trump. Kami punya keyakinan tinggi dalam penilaian ini," demikian laporan tersebut seperti dilansir NBC News, Sabtu (7/1/2017).

"Ketika tampak bagi Moskow bahwa Menteri Clinton kemungkinan akan memenangi pemilihan, kampanye pengaruh Rusia mulai lebih fokus pada merongrong masa depan kepresidenannya," demikian disampaikan.

Menjelang pilpres pada November 2016 lalu, Trump dan Hillary saling serang mengenai serangkaian email rahasia milik Komite Nasional Demokrat dan asisten utama Hillary, John Podesta. Trump mencetuskan, email-email tersebut menunjukkan korupsi Hillary dan membuktikan dia tidak layak memimpin negara. Adapun Hillary menyalahkan kebocoran email tersebut pada Moskow dan menuding Trump mendapatkan bantuan dari pemerintah Rusia.

Pemerintahan Presiden Barack Obama juga menyalahkan Rusia atas peretasan email tersebut. Namun tuduhan ini dibantah keras oleh pemerintah Rusia.

Dalam laporan badan-badan intelijen Amerika juga disebutkan, perilaku Rusia sejak awal November 2016 telah semakin menguatkan kredibilitas penilaian mereka.

Dalam laporannya, badan-badan intelijen AS itu menyimpulkan, Rusia akan menggunakan pembelajaran dari kampanye yang diperintahkan Putin itu untuk melakukan operasi-operasi di dunia di masa mendatang.

Sumber:detik.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...