Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Pupuk Subsidi Langka di Aceh, Ombudsman Lakukan investigasi

ISTIMEWATim Ombudsman saat bertemu dengan para petani
A A A

BANDA ACEH - Kelangkaan pupuk yang dialami oleh petani di Aceh selama ini belum menemui solusi yang tepat.

Hal itu mendorong Ombudsman RI Perwakilan Aceh sebagai lembaga negara yang memiliki fungsi pengawasan pelayanan publik
menurunkan tim untuk melakukan investigasi.

"Setelah kami turunkan tim investigasi ke Pidie Jaya pada awal bulan Juli lalu, selanjutnya awal bulan Agustus ini kami menurunkan tim ke Nagan Raya dan Aceh Besar," sebut Kepala Ombudsman Aceh, Dr Taqwaddin, Rabu (12/8/2020).

Berdasarkan laporan dari tim kata Taqwaddin, semua kabupaten yang diinvestigasi terjadi kelangkaan pupuk. Hal ini disebabkan karena kekurangan quota.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Nagan Raya Teuku Kamaruddin, saat dimintai keterangan juga menjelaskan hal yang sama kepada Tim Ombudsman

Teuku Kamaruddin menyampaikan qouta pupuk yang diberikan tidak sesuai dengan permintaan yang disampaikan melalui e-RDKK.

"Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kekurangan pupuk untuk petani dilapangan" kata Kamaruddin.

Dia juga berharap agar dilakukan penghitungan ulang luas kawasan pertanian, perkebunan, dan perikanan milik masyarakat diseluruh kabupaten/kota oleh tim ahli.

Kemudian diatur ulang proses pemberian pupuk subsudi kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh Wahyudi, Ketua Kelompok Tani Sama Rasa Baro di Nagan Raya.

Kepada Tim Ombudsman, Wahyudi menyampaikan keluhan anggota kelompoknya selama ini. "Kami sangat kesulitan mendapatkan pupuk subsidi selama ini, dari jatah 300 kg, kami hanya mendapatkan 50 kg saja. Kami sangat berharap buah pikir dari pemerintah untuk membantu masalah ini," kata Wahyudi.

Tidak jauh beda dengan kondisi di Pidie Jaya dan Nagan Raya, kelangkaan pupuk juga dirasakan oleh petani di Aceh Besar.

"Kami selaku pedagang kios pengecer pupuk subsidi sangat kesulitan membagikan pupuk kepada masyarakat, ini membuat kami dalam kondisi serba salah," papar Helmi, pemilik UD Intan Tani di Indrapuri Kabupaten Aceh Besar saat menjelaskan ke Tim Ombudsman.

"Pupuk subsidi sangat kurang, tidak sesuai dengan kebutuhan dalam data di e-RDKK. Sehingga ada petani yang tidak dapat pupuk," tutur Helmi.

Dari 18.000 ton, yang terealisasi hanya 2.640 ton

Sementara Syahruddin, Kapala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Besar saat dikonfirmasi juga menerangkan bahwa pupuk subsidi sangat kurang di Aceh Besar.

Berdasarkan data, luas sawah Aceh Besar mencapai sekitar 29.000 hektar. Kebutuhan pupuk urea mencapai sekitar 18.000 ton, namun yang terealisasi hanya 2.640 ton saja.

"Quota sangat kurang saat ini yang diberikan, kita sudah meminta penambahan dan dikabulkan sekitar 500 ton" papar Syahruddin.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Ombudsman Aceh akan melakukan rapat koordinasi lintas stakholder untuk membahas kelangkaan pupuk ini. Sehingga ada solusi untuk kemaslahatan para petani.

"Dalam waktu dekat kami akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait. Kami akan cari solusi bersama nantinya. Sekaligus juga sudah kami persiapkan beberapa tawaran solusi berdasarkan hasil investigasi dan regulasi," kata Taqwaddin.

Menurut Taqwaddin, dalam rapat kordinasi nanti, Ombudsman akan mengundang Dinas Pertanian Aceh, DPRA, PT. PIM, DPR RI, DPD RI dan pihak terkait lainnya untuk duduk bersama membahas solusi soal kelangkaan pupuk subsidi bagi semua petani kecil di Aceh.

"Ini penting kita duduk bersama supaya ada solusi," ujarnya.

Kalau pupuknya cukup katanya, maka hasil panen petani akan bagus.

"Sehingga, kehidupan masyarakat tani akan lebih sejahtera, dan tentu saja ini sekaligus akan mengurangi angka kemiskinan," sebut Taqwaddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...