Puluhan WN Korut Tewas Akibat Uji Coba Nuklir

FOTO | AFPPemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (tengah) melihat perangkat logam di lokasi yang tidak diketahui. Korea Utara telah mengembangkan bom hidrogen yang dapat dimasukkan ke dalam rudal balistik antarbenua.
A A A

SEOUL - Uji coba nuklir Korea Utara yang dilakukan pada 3 September 2017 telah memicu sebuah gempa bumi palsu yang dilaporkan meruntuhkan bangunan dan menewaskan puluhan orang, termasuk anak sekolah.

Uji coba nuklir keenam itu berhasil meledakkan sebuah bom hidrogen yang bisa dimasukan sebagai rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistik missile/ICBM).

Ledakan bom menghasilkan dua gempa dangkal di kawasan Punggye-ri, yaitu lokasi tempat fasilitas uji nuklir Korut. Ahli gempa dari pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok melaporkan goncangan tersebut saat itu. Otoritas di Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah pakar non-pemerintah di AS juga memastikan gempa sebagai hasil dari uji nuklir. Desa terdekat dari Punggye-ri dilaporkan rusak parah.

Surat kabar Korsel, Chosun Ilbo, menyebutkan sebuah sumber anonim, yang baru saja mengunjungi sebuah desa sekitar 8 kilometer dari Punggye-ri, menggambarkan kerusakan pada Pembangunan Selatan dan Utara (SAND), yaitu satu institut penelitian yang bekerja dengan para pembelot dari Korut.

Sumber itu menyatakan rumah-rumah dan sebuah sekolah di Sindong-ri dan puluhan orang telah tewas dan terluka. “3 September adalah hari Minggu, tapi 150 siswa sedang menunggu kelas untuk melakukan pekerjaan mereka. Korban berjatuhan ketika setengah dari bangunan itu hancur,” sebut sumber itu.

Bom Hidrogen

Setelah ledakan pada September lalu, para ahli menyimpulkan gempa bumi pertama dengan getaran sebesar 6,3 SR konsisten dengan ledakan dari 1 megaton bom hidrogen. Lima menit setelah itu, para ahli gempa yang sama mendeteksi gempa berkekuatan 4,6 SR yang mengindikasikan seperti runtuhnya sebuah terowongan, tempat perangkat nuklir berada.

Pada Oktober lalu, saluran televisi Jepang, Asahi TV, melaporkan runtuhnya sebuah terowongan bawah tanah di fasilitas nuklir Punggye-ri, Korut, menyebutkan insiden itu menewaskan sekitar 200 orang. Di desa yang terdampak gempa, seorang sumber mengatakan kepada SAND bahwa kerusakan bangunan belum diperbaiki karena petani sibuk dengan panennya.

“Para petani bahkan tidak bisa berpikir untuk memperbaiki kerusakan karena mereka sibuk memanen jagung, meskipun tiga bulan telah berlalu sejak rumah-rumah mereka hancur. Petani yang diungsikan tinggal di penampungan sementara atau tinggal dengan tetangga yang rumahnya mengalami kerusakan kecil,” tambah sumber itu.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, memprioritaskan untuk mengembangkan ICBM yang bisa menjangkau daratan AS. Sebelum uji nuklir 3 September lalu, Pyongyang telah melakukan 21 peluncuran rudal tahun ini, termasuk dua uji ICBM pada Juli lalu.

Kode:47
Sumber:beritasatu.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...