Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Puluhan Ekor Gajah Liar Obrak Abrik Kebun Warga

ISTIMEWATerlihat pemilik dan pohon sawit yang diobrak abrik gajah liar di Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Senin (25/1/2021).
A A A

ACEH TIMUR - Puluhan ekor gajah Sumatera rusak tanaman warga di Desa Seuneubok Bayu, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur. Akibatnya puluhan hektar kebun sawit milik warga diobrak abrik kawanan gajah liar.

Berdasarkan informasi masyarakat, puluhan ekor gajah liar itu mulai masuk ke perkebunan dan mengobrak-abrik lahan perkebunan warga sejak, Sabtu (23/01)- (24/01/2021) sore.

Akibatnya, puluhan hektar tanaman sawit usia 3-5 tahun jadi sasaran makanan gajah. Tanaman sawit yang menjadi sasaran merupakan tanaman sawit yang mulai produktif dan selama ini terus dirawat pemiliknya.

“Sudah tiga hari gajah-gajah liar ini masuk ke wilayah Banda Alam, antara lain ke Desa Seuneubok Bayu. Bukan hanya lahan sawit, tapi juga pondok-pondok warga ikut dirusak satwa liar berbadan besar ini,” kata Tgk Idris, tokoh masyarakat Banda Alam. Senin (25/01/2021).

Dia menjelaskan, diantara kawanan gajah liar tersebut terdapat gajah sumatera yang memiliki GPS Collar. Sebagaimana diketahui, GPS Collar dipasang pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Yayasan Forum Konservasi Leuser (FKL) terhadap tiga gajah liar di Aceh Timur.

Sementara Kepala BKSDA Aceh, Agus Arianto secara terpisah membenarkan adanya laporan gajah sumatera memasuki perkebunan di desa dalam Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur. Bahkan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi melakukan pengecekan dan pemantauan, sehingga nantinya dapat diambil langkah selanjutnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...