Isu dugaan pembelian tiga unit Kapal Aceh Hebat oleh Pemerintah Aceh yang diduga barang bekas terus bersileweran di laman media sosial. Apalagi setelah terjadi aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Perhubungan Aceh tepatnya di Jalan Mayjend T Hamzah Bendahara No 52, Kuta Alam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh beberapa waktu lalu. Bermula dari itu, masyarakat di Aceh ingin mengetahui terkait informasi akurat mengenai pengadaan Kapal Aceh Hebat, 1, 2, dan 3 tersebut. "Cuma kita lihat dari luar aja, cuma ditekan tombol besar sebagi bukti peluncuran ke laut. Lalu kami diajak ke tempat makan-makan dengan alasan kapal balik lagi," kata sumber media ini yang mengaku hadir pada saat itu.

Nova Iriansyah: 

Program Aceh Carong, Mutu Pendidikan Terangkat

HT Anwar IbrahimPlt Gubernur Aceh Nova Iriansyah
A A A

Nah, prestasi ini merupakan hasil yang sangat membanggakan karena pada lomba GTK berprestasi tingkat nasional, Aceh berhasil masuk 3 besar dari 34 Provinsi di Indonesia

Ir. H. Nova Iriansyah, MT Plt Gubernur Aceh

BILA ada pihak merasa belum puas terhadap kinerja Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Plt Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT, mungkin suatu yang sangat manusiawi. Hal itu bisa jadi karena kurang fair dalam menilai atau karena kekurangan data sehingga mareka menganggap Pemerintah Aceh belum mampu merealisasikan visi misi terutama sektor pendidikan yang dijanjikan pada masa kampanye saat mencalonkan diri sebagai Gubernur - Wakil Gubernur pada pilkada 2017 lalu.

Salah satu janji yang diutarakan dimasa kampanye adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui program Aceh Carong yang dirasakan belum berjalan sesuai harapan.

Namun setelah sekian lama waktu berjalan ternyata penilaian minus tersebut tak terbukti. Justeru sebaliknya Pemerintah Aceh yang telah menempatkan pendidikan Aceh melalui program “Aceh Carong" kini sukses dijalankan  dan mulai nampak hasilnya.

Artinya, ketidakpuasan terhadap Pemerntah yang dinilai belum mampu mewujudkan janji politik dimasa kampanye akhirnya menjadi tidak terbukti.

Bahkan sebaiknya, pemerhati pendidikan meyakini Plt Gubernur selaku kepala pemerintah bukan tak mampu merealisasi, tapi justeru dia yang punya program. Dia yang menggagas program Aceh Carong, kemudian program ini ditempatkan sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam RPJMA 2017-2022.

Sebagai orang yang lama dikancah politik nasional yang kerab menerima kritik, Nova Iriansyah tentu banyak pengalaman dan paham sejarah termasuk sejarah awal bangkitnya pendidikan Jepang.

Pada saat Jepang kalah dalam Perang Dunia II, negeri Matahari Terbit itu hancur dan terpuruk. Sebagai pimpinan tertinggi, Sang Kaisar Hirohito harus melakukan sesuatu agar negaranya tak runtuh.

Lalu apa yang ditanyakan Hirohito kepada jenderal yang masih hidup? Ternyata hal pertama yang ditanyakan olehnya adalah: “Berapa guru yang masih hidup dan kita miliki?”

Ini adalah pernyataan legendaris Sang Kaisar yang memperlihatkan, betapa pentingnya pendidikan untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kebangkitan bangsa.

Nova Iriansyah memang bukan Kaisar Hirohito, tapi berangkat dari sejarah Jepang itu, Nova Iriansyah selaku  pemimpin Aceh punya cara untuk membangun pendidikan Aceh. Cara itu adalah program Aceh Carong.

Sebagai seorang tehnokrat, Nova melihat pendidikan ibarat bangunan. Pendidikan merupakan salah satu tiang penyangga agar bangunan tersebut berdiri lebih tegap dan kuat. Itulah "Program Aceh Carong"

Dari perspektif itu, dia ingin memajukan peradaban, Aceh sudah seharusnya mengedepankan pendidikan sehingga Aceh bisa berdiri lebih kuat lagi dalam menghadapi perkembangan zaman. Maka tak ada solusi lain kecuali Aceh membangun sektor pendidikan.

Pada hari pendidikan daerah (Hardikda) ke 60, Nova Iriansyah mempertegas bahwa pemerintah Aceh akan memperkuat tekad membangun sektor pendidikan agar dapat melahirkan generasi muda Aceh yang cakap, religius, kreatif, inovatif, inventif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta memiliki karakter keacehan yang kental,"

"Dengan generasi muda yang berkualitas, Insya Allah kita akan mampu membawa perubahan menuju “Aceh Hebat” di masa mendatang," kata Nova Iriansyah  kepada  acehimage.com, Senin, 9 September 2019.

Kenapa pendidikan menjadi atensi utama Pemerintah Aceh? Pada moment Hardikda Nova Iriansyah menjelaskan masa depan generasi muda Aceh sangat ditentukan oleh pendidikan sehingga kita bertekad untuk mewujudkan generasi Aceh mampu bersaing dan mengukir prestasi ditingkat nasional dan regional.

"Tentunya ini bisa dicapai melalui pendidikan yang berkualitas dan program ini tak bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat tak mendukung dan pemangku jabatan untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan saling bersinergi dengan lembaga terkait," kata Nova Iriansyah.

Prestasi Tingkat Nasional
Selain itu, kalau ditanya soal keberhasilan, maka kita patut bersyukur bahwa ikhtiar yang telah kita jalankan selama dua tahun ini mulai menunjukkan hasil. Yang sangat membanggakan adalah Pendidikan Aceh telah menampakkan geliatnya ditingkat nasional.

Pada tahun 2018, sejumlah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aceh meraih predikat terbaik pertama pada 6 kategori.

"Nah, prestasi ini merupakan hasil yang sangat membanggakan karena pada lomba GTK berprestasi tingkat nasional, Aceh berhasil masuk 3 besar dari 34 Provinsi di Indonesia.," ungkap Plt Gubernur itu.

Masih pada tahun yang sama, Guru dan Tenaga Kependidikan di bawah Kementerian Agama Aceh juga berhasil meraih juara umum dalam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) tingkat nasional tahun 2018.

Sementara itu hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) juga menorehkan prestasi yang sangat memuaskan.

Pada tahun ini Aceh juga berhasil menempati 5 besar dari 34 Provinsi di Indonesia dari sisi jumlah pelajar yang diterima di perguruan tinggi melalui jalur seleksi SNMPTN.

Bahkan, hampir disemua PTN terbaik di Indonesia ada pelajar dari Aceh, demikian juga pada tahun 2018 yang lalu.

Pada tahun 2018, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh juga telah mengirimkan sebanyak 10 (sepuluh) orang siswa-siswi SMK Penerbangan Aceh termasuk Guru SMK Penerbangan untuk menjalani program magang dipabrik Pesawat Terbang Boeing yang dipusatkan pada Everett Community College di Seattle, Washington Amerika Serikat.

Ini merupakan modal awal untuk mengembangkan lebih jauh sektor kedirgantaraan Aceh suatu saat nanti.

Sedangkan akhir tahun 2017 yang lalu, Pemerintah Aceh juga telah mengirimkan sejumlah guru dan siswa SMK ke PT. Innovam yang berkantor pusat di Negara Belanda untuk mengikuti Pelatihan Otomotif Multibrand bertaraf Internasional.

Disamping itu, pada tahun 2019 ini, hasil kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA, SMK, dan MA.

Selain itu, Aceh mengalami kenaikan secara signifikan, terutama hasil Ujian Nasional khusus SMK, yang mana, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya Aceh berada pada posisi juru kunci yaitu urutan ke-34 dari 34 Provinsi di Indonesia, sekarang meningkat menjadi peringkat ke-27 secara nasional.

Prestasi gemilang lainnya adalah perolehan nilai tertinggi hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/SMK dan MA, di mana ada tiga puluh satu (31) orang siswa yang meraih nilai 100, jauh meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya tiga (3) orang siswa.

Baru baru ini Provinsi Aceh juga berhasil merebut enam gelar juara di tingkat nasional pada event Apresiasi GTK PAUD dan DIKMAS dan memperoleh lima besar secara nasional, dalam tahun yang sama sejumlah siswa SMA juga mempersembahkan enam medali di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), dan empat medali dipersembahkan oleh siswaSMK pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) yang dilaksanakan di Jogyakarta.

Meski demikian, kita menyadari bahwa pencapaian ini belumlah cukup untuk kita merasa puasa apalagi membanggakan diri, sebab pencapaian itu masih jauh dari harapan kita semua.

Perlu pembenahan dan penguatan yang lebih komprehensif dalam membangun sistem pendidikan di daerah melalui berbagai program peningkatan mutu yang berkesinambungan.

Pemerintah Aceh siap melakukan yang terbaik dalam mendukung langkah percepatan dibidang pendidikan ini dan akan memberikan reward yang pantas kepada mereka yang berprestasi cemerlang dibidang pendidikan.

Pemerintah Aceh juga telah membentuk 20 cabang dinas pendidikan di Kabupaten/kota guna mendukung mutu pendidikan daerah, termasuk juga terus memberikan pelatihan bagi peningkatan mutu guru agar memiliki kompetensi yang tinggi.

Sebagai Kepala Daerah, dia berharap dalam tiga tahun ke depan kualitas pendidikan Aceh mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional

Semoga dengan kerjasama yang baik dari semua pihak dapat ditingkatkan, sehingga dapat menyukseskan Program “Aceh Carong” dan “Aceh Meuadab” di Nanggroe Aceh tercinta ini.

Penulis:HT Anwar Ibrahim
Rubrik:OPINI

Komentar

Loading...