Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Korban Masih Dibawah Umur

Pria Aceh Utara Tega Perkosa Anak Tirinya Berulang Kali

BULKHAINITersangka saat diamankan oleh pihak Kepolisian
A A A

ACEH UTARA - Personel Polres Aceh Utara mengamankan seorang pria tua berinisial I (58) Warga Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten setempat.

Pria tersebut diduga telah melakukan pemerkosaan kepada anak dibawah umur berusia 14 tahun.

"Korban sendiri merupakan anak tiri tersangka dari istrinya yang keempat, korban mengaku telah diperkosa berulang-ulang kali sejak korban duduk di kelas 3 SD. Dan saat ini korban berstatus pelajar yang masih duduk di kelas 6 SD," kata Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rustam Nawawi kepada wartawan, Jum'at (4/9/2020).

Dikatakan AKP Rustam, tersangka awalnya diamankan pihak Polsek Paya Bakong kemudian diserahkan ke unit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kanit PPA Sat Reskrim Polres Aceh Utara Bripka T Ari Andi menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal ketika korban menceritakan peristiwa pemerkosaan itu pada pamannya.

"Berdasarkan laporan yang dibuat, kemudian kita arahkan korban untuk divisum baru kemudian kita lakukan pemeriksaan terhadap korban saksi dan pelaku," ungkap Ari.

Dalam pemeriksaan, kata Ari, korban mengaku telah diperkosa ayah tirinya itu sejak tahun 2017, namun hal itu dibantah oleh pelaku, pelaku hanya mengaku hal itu baru dilakukannya sejak bulan Mei 2020 hingga akhir Agustus 2020.

"Menurut pengakuan korban, selama ini korban diancam akan dibunuh oleh pelaku dan ibunya akan diceraikan jika menceritakan hal itu pada orang lain, namun karena merasa sudah tidak tahan lagi karena merasa sakit baru korban berani mengadu," ujarnya.

Bripka Ari menyebutkan, dalam kasus tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti pakaian korban dan hasil visum. Sedangkan untuk pelaku sendiri dijerat dengan Qanun Jinayah pasal 50 yang ancaman hukumannya sampai dengan 150 bulan kurungan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...