Sangkal Tudingan Korupsi,

Presiden Korsel Mengklaim Dijebak

FOTO | ISTIMEWAPresiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye
A A A

SEOUL — Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye akhirnya buka suara soal skandal korupsi yang menyeretnya, setelah sebulan terakhir bungkam. Presiden Park menyangkal ada pelanggaran hukum dan menyebut tudingan terhadapnya direkayasa.

Presiden Park tengah diselidiki atas tudingan korupsi dalam membantu perusahaan-perusahaan besar Korsel sebagai imbalan kontribusi finansial bagi perusahaan dan yayasan yang dimiliki teman dekatnya, Choi Soon-sil, yang kini dalam penahanan kepolisian.

"Rumor, cerita-cerita dan tayangan televisi telah diubah dan informasi palsu menyebar tak terkendali," ucap Presiden Park saat menemui wartawan di istana kepresidenan Korsel, Blue House, seperti dilansir AFP, Senin (2/1/2016).

Penyelidikan terus berlanjut dan informasi terbaru menyebut Presiden Park memerintahkan pemerintah Korsel untuk mendukung merger dua perusahaan konglomerat Korsel, Cheil Industries Inc dan Samsung C&T Corp, pada tahun 2015. Merger itu dikritik banyak investor karena jelas semakin memperkuat pengaruh Samsung Group, yang dikenal sebagai 'chaebol' atau perusahaan konglomerat terbesar di Korsel.

"Itu jelas-jelas jebakan," sebut Presiden Park merujuk pada tudingan itu, seperti dikutip media lokal dan dilansir Reuters.

Presiden Park menemui wartawan lokal Korsel pada Minggu (1/1) waktu setempat, untuk memberikan pernyataan terbaru. Pertemuan dengan wartawan yang direncanakan tergesa-gesa ini merupakan yang pertama kali sejak Presiden Park dimakzulkan parlemen pada 9 Desember tahun lalu. Nasib Presiden Park akan ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi Korsel yang masih menggelar sidang pertimbangkan pemakzulan dalam 180 hari.

Kepada wartawan, Presiden Park menyangkal Choi diizinkan terlibat secara luas dalam berbagai urusan negara. Berbagai tudingan menyebut Choi yang tidak memiliki jabatan dalam pemerintahan, memiliki pengaruh besar terhadap Presiden Park dan kebijakannya.

Choi yang mulai disidang atas dakwaan penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan sejak pekan lalu, merupakan teman Presiden Park selama empat dekade terakhir. Presiden Park menyangkal adanya pelanggaran hukum dan meminta maaf atas kecerobohannya dalam menjalin pertemanan dengan Choi.

Badan Pensiun Nasional Korsel yang mengelola dana sebesar 545 triliun won (Rp 6.084 triliun) pada September tahun lalu, merupakan pemegang saham terbesar pada dua perusahaan Samsung yang merger. Badan itu mendukung merger tanpa berkonsultasi dengan komisi eksternal.

Lebih lanjut, Presiden Park menjelaskan bahwa dukungan Badan Pensiun Nasional murni merupakan 'keputusan kebijakan' demi kepentingan nasional. Presiden Park bersikeras bahwa banyak perusahaan saham mendukung merger pada saat itu.

"Saya tidak pernah berpikir untuk membantu siapapun dan pikiran itu bahkan tidak pernah terlintas di kepala saya. Ini bukanlah forum untuk menjelaskan semua rinciannya kepada kalian, tapi yang bisa saya katakan dengan jelas sekarang adalah saya tidak melakukan apapun untuk menguntungkan siapapun atau bersekongkol dengan siapapun untuk hal itu," tegas Presiden Park.

Komentar

Loading...