Dana Rp1,5 Miliar dikembalikan ke DPKAD

Posisi Ketua MPU Kota Banda Aceh Terancam Punah

FOTO | AK JailaniKepala Kesetariat Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh | Zubir, S.Sos, MM
A A A

BANDA ACEH - Kepengurusan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh masih menyimpan persoalan. Masa bakti kepemimpinan MPU Banda Aceh periode 2012-2017 yang diketuai Teungku Abdul Karim Syeikh telah berakhir sejak 24 Agustus 2017. Namun, hingga September 2018 belum ada kejelasan mengenai kepengurusan baru.

Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh

Hal demikian disampaikan Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh Zubir SSos MM diruang kerjanya, Kamis (13/09).

View this post on Instagram

Sekretaris MPU Kota Banda Aceh, Zubir, S.Sos, MM

A post shared by acehimage.com (@acehimagecom) on

Persoalan semakin rumit karena Ketua MPU Kota Banda Aceh periode 2012-2017 Tgk Karim Syeikh mengundurkan diri secara tiba-tiba. Pengunduran diri itu membuat MPU Banda Aceh kosong kepengurusan. Padahal, bila Tgk Karim Syeikh tidak mundur, ia tetap berhak duduk menjadi Ketua MPU Kota hingga dilantik ketua terpilih.

Dana yang diperuntukkan untuk kegiatan pimpinan MPU Kota Banda Aceh Tahun 2018 Rp1,5 miliar terancam dikembalikan ke Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Banda Aceh.

View this post on Instagram

Sekretaris MPU Kota Banda Aceh, Zubir, S.Sos, MM

A post shared by acehimage.com (@acehimagecom) on

"Tidak ada kapasitas kami untuk mengomentari terkait polemik pimpinan MPU Banda Aceh. Namun, jika keadaan terus begini, kami di sekretariat tidak bisa berbuat banyak. Karena, wewenang kami mendukung kegiatan pimpinan MPU," ungkapnya.

Penulis:AK Jailani
Kode:47
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...