Sebut Masjid Kuil Nazi,

Politikus Belanda Ingin Melarang Alquran

FOTO | ISTIMEWAPolitikus sayap kanan Belanda, Geert Wilders, kembali mengumbar retorika anti-Islam menjelang pemilu Maret nanti.
A A A

AMSTERDAM - Politikus sayap kanan Belanda, Geert Wilders, mengumbar retorika anti-Islam sebelum pemilu digelar di negara itu. Dalam sebuah wawancara, Wilders mengatakan bahwa masjid adalah kuil Nazi.

Menurutnya, jika buku “Mein Kampf” Adolf Hitler dilarang, maka kitab suci Alquran juga harus dilarang. Wilders menuduh kitab suci umat Islam itu mengandung kebencian, kekerasan dan anti-Semitisme.

Wilders merupakan politikus dari Partai Kebebasan (PVV). Saat ini, dia unggul dalam jajak pendapat menjelang pemilu yang digelar 15 Maret 2017 mendatang.

Komentar retorika anti-Islam itu disampaikan Wilders saat wawancara dengan stasiun televisi nasional Belanda pada hari Minggu. ”Kami tidak akan pergi merampas Alquran dari rumah-rumah penduduk. Tentu saja tidak,” katanya, seperti dikutip dari Haaretz, Selasa (14/2/2017).

Tapi, dia menegaskan bahwa penjualan kitab suci umat Islam itu akan dilarang di Belanda. PVV pada bulan Agustus 2016 lalu telah menerbitkan platform tentang visi partai tersebut. Salah satunya, adalah “menutup pintu” bagi para imigran atau pengungsi dan larangan pembangunan masjid.

Pesaing PVV adalah Partai VVD pendukung Perdana Menteri Mark Rutte. Dalam jajak pendapat sementara, VVD yang menjadi partai berkuasa saat ini, berada di peringkat kedua setelah PVV.

Meski demikian, VVD menolak berkoalisi dengan partai Wilders karena menyerukan pelarangan masjid dan Alquran. Sebab lainnya, Wilders juga akan membuat Belanda keluar dari Uni Eropa seperti halnya Inggris dengan referendum British Exit atau Brexit.

Wilders bukan sekali ini mengumbar retorika anti-Islam. Di masa lalu, dia ikut bergabung dalam kompetisi menggambar karikatur yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad, yang berlangsung di Amerika Serikat.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...