Anggota Komisi II DPR Aceh Sulaiman SE mengaku terkejut setelah mendengar kabar bahwa Provinsi Aceh harus impor garam dari Thailand. Bahkan komoditas tersebut termasuk dalam komoditas impor terbesar ke Provinsi ujung barat Indonesia. Dimana berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Mei 2020 sebesar US$ 245 ribu.

Ancaman 12 Tahun Penjara

Polisi Tangkap Pengedar dan Pengguna Sabu

ISTIMEWANarkotika jenis sabu
A A A

BANDA ACEH - Polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh tangkap tiga pria miliki narkotika jenis sabu seberat 0,63 gram ditempat yang berbeda dalam Kota Banda Aceh, Kamis (4/6/2020) malam.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kasatresnarkoba AKP Raja Aminuddin Harahap SSos mengatakan penangkapan ini dilakukan di tempat yang berbeda.

"Kami khususnya personel Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh terus merespon informasi dari warga yang melaporkan terkait adanya pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh,” ucap AKP Raja Aminuddin.

Penangkapan pertama dilakukan dikawasan Merduati Banda Aceh terhadap tersangka TA (34) warga Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh memiliki sabu seberat 0,63 gram yang disembunyikan di dalam saku celana milik tersangka, saat itu ianya baru turun dari sepeda motor miliknya.

Sabu yang dimiliki oleh tersangka TA disembunyikan didalam saku celananya yang dimasukkan kedalam plastik warna bening serta dibungkus rapi dengan tissue.

“Setelah dilakukan interogasi oleh personel, tersangka TA mengakui bahwa barang haram yang ditemukan tersebut diperoleh dari tersangka MU (33) warga Kecamatan Banda Raya dengan harga 900 ribu rupiah di kawasan belakang Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh,” tambah Kasatresnarkoba.

Tanpa menunggu waktu yang begitu lama, polisi melakukan pengejaran keberadaan terhadap tersangka MU dan saat itu MU sedang bersama HR (28) warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh dan langsung dilakukan penangkapan sesuai keterangan dari tersangka TA di Jalan Tgk. Chik Pante Kulu, Banda Aceh.

“Saat dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka HR, ianya mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari SY (DPO) warga salah satu gampong di Banda Aceh dan ketiga tersangka saat ini ditahan dalam sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Kasatresnarkoba.

AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan ketiga tersangka tersebut dijerat Pasal 112 ayat (1) Jo pasal 114 ayat (1) dari UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...