Polisi Tangkap Pencabul Anak di Meulaboh

FOTO | ILUSTRASIIlustrasi
A A A

ACEH BARAT - Aparat kepolisian menangkap seorang pria berinisial M (60) karena diduga melakukan pencabulan terhadap dua orang anak di bawah umur di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi di Meulaboh, Selasa mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pelecehan seksual itu atas dasar pelaporan keluarga korban beberapa waktu lalu.

"Korban yang melapor dua, cuma yang sudah ada bukti dicabuli dari hasil pemeriksaan dokter satu orang. Modusnya korban dipangil ke rumahnya dan info dari korban dikasih uang jajan oleh pelaku," katanya.

Dugaan pelecehan seksual atau tindak pidana "Jarimah" terhadap anak berusia sembilan tahun tersebut terjadi pada Senin (9/1) dan pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian sejak Kamis (12/1) setelah menerima pelaporan pihak keluarga korban.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan telah dilakukan pelaku tidak mengakui bahwa telah melakukan kejahatan tersebut, akan tetapi dari semua bukti-bukti dan keterangan saksi dikumpulkan dapat membuktikan ada kejahatan tersebut dilakukan.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat, dengan ancaman hukuman 'Ukubah Ta'zir cambuk 90 kali, kurungan penjara selama 90 bulan dan denda 900 gram emas murni.

"Dia (pelaku) nggak mau mengaku sampai sekarang, tapi dari bukti-bukti kita kumpulkan, ada. Korban sudah mengaku, saksi mengaku, keterangan ahlipun juga menyatakan korban memang telah dicabuli," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepolisian Aceh Barat juga melakukan gelar perkara terhadap penangkapan empat orang pelaku tindak pidana perjudian atau Maisir sesuai Qanun Aceh yang ditangkap pada Senin (30/1) malam.

Dalam gelar perkara itu pihak kepolisian memperlihatkan temuan barang bukti berupa uang tunai serta kartu remi yang digunakan sebagai alat perjuadian, penangkapan dan pengrebekan lapak judi itu karena laporan masyarakat.

Keempat pelaku tersebut juga akan dikenakan hukuman sesuai kearifan lokal yakni 'Ukubah Ta'zir cambuk sesuai Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Maisir.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...