Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Polisi Tangkap Pelaku Pengedar Uang Palsu

ISTIMEWA Polisi mengamankan pelaku dan barang bukti, Kamis (11/6/2020).
A A A

ACEH TIMUR- Polres Aceh Timur berhasil menangkap enam pelaku pengedar uang palsu. Mereka diamankan di tempat berbeda. Dari enam pelaku tiga diantaranya masih anak di bawah umur dan dua diantaranya masih berstatus sebagai pelajar.

Penangkapan pelaku Pada hari senin 08 Juni 2020, sekira pukul 14.30 WIB. Pelaku pertama yang diamankan polisi berinisial AN (15 tahun), SA (16 tahun) dan RZ (16 tahun) saat itu mereka melakukan belanja di warung milik Mustafa (44 tahun) di Desa Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim Kabupaten Aceh Timur, Kamis, (11/6/2020).

"Kronologis kejadian pelaku membeli gorengan senilai lima ribu rupiah dan pelaku membayar dengan uang pecahan 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah). Mustafa kemudian melaukan pengembalian Rp 45.000 (Empat Puluh Lima Ribu Rupiah). Setelah menerima uang kembalian ketiga pelaku meninggalkan warung milik Mustafa,"kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys Purwoko SIP SIK.

Sepeninggal para pelaku, Mustafa mengamati uang yang diserahkan pelaku ternyata palsu, Mustafa kemudian berusaha mencari para pelaku di sekitar warungnya, namun ketiganya sudah tidak ada lagi.

Namun berselang waktu kemudian pada saat para pelaku hendak pulang ke Aceh Utara, menggunakan sepeda motor Supra X125 tanpa Nomor Polisi yang dikendarai ketiga pelaku kehabisan minyak yang tidak jauh dari warung korban

Korban langsung menghampirinya, dan pelaku mengakui semua perbuatannya kepada korban. Selanjutnya para pelaku dan barang bukti langsung diserahkan ke Polsek Simpang Ulim.

Berdasarkan pengakuan ketiga pelaku polisi lanngsung menuju kelokasi pada hari Selasa, 09 Juni 2020 dan berhasil menangkap ketiga pelaku lainnya masing-masing MT (35 tahun), AM (34 tahun)dan NS (34 tahun)yang juga berperan sebagai pengedar uang palsu.

"Semua barang bukti berupa 13 (tiga belas) lembar uang pecahan palsu nominal 50.000 Ribu dan satu unit sepeda motor Honda Supra X125 sebagai barang bukti untuk proses penyidikan lebih lanjut." Ujar AKP Dwi Arys Purwoko.

Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap HS (DPO) warga Gampong Baro, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara karena berdasarkan keterangan tersangka yang sudah diamankan uang palsu tersebut merupakan milik HS dan meminta pelaku untuk diedarkan.

"Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 26 Ayat (2) Dan (3) junto Pasal 36 Ayat (2) Dan (3) Undang undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang junto Undang undang Namor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," Jelas Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...