Polisi Periksa Pelapor Kasus PSI Tolak Perda Syariah

detik.comPelapor Grace Natalie dan kuasa hukum di Polda Metro Jaya
A A A

JAKARTA - Polda Metro Jaya memeriksa Sekjen Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair selaku pelapor kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan oleh Ketum PSI Grace Natalie. Kasus ini terkait pernyataan Grace yang menolak perda syariah.

"Kami selaku pelapor dipanggil untuk memberikan keterangan terhadap laporan kami ke Bareskrim, dan Bareskrim telah melimpahkan ke Polda Metro ditangani Dirkrimsus Polda Metro," kata kuasa hukum pelapor, Pitra Romadoni Nasution, di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Pelapor mengaku telah datang sejak pukul 10.00 WIB di Polda Metro Jaya dan telah menjalani pemeriksaan. Hingga siang ini Pitra menyebut telah menyampaikan klarifikasi terhadap 8 pertanyaan. Sementara itu pemeriksaan masih akan berlanjut usai istirahat.

"Delapan pertanyaan sekedar pertanyaan soal laporan, sekarang masih dalam proses klarifikasi. Kita minta agar dinaikkan ke proses lidik," ujarnya.

Dia mengaku membawa sejumlah dokumen seperti screenshot berita dan video berisi pernyataan Grace Natalie mengenai penolakan terhadap perda syariah. Pitra meminta penyidik segera meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.

"Mengingat pasalnya 156 a, pasal 14, 15 UU nomor 1/1986 sudah jelas ancaman hukuman 10 tahun. Kami minta agar Grace ditangkap mengingat ancaman hukumannya besar. Dengan dasar ini kita minta agar saudara Grace diproses dan ditingkatkan ke penyidikan agar secepatnya diketahui siapa tersangka," sambungnya.

Pitra menyebut Eggi Sudjana selaku kuasa hukum pelapor berhalangan hadir mendampingi kliennya hari ini. Sebelumnya Grace Natalie dan dua saksi dari pelapor telah diperiksa penyidik Polda Metro.

Diketahui, PPMI melalui kuasa hukum Eggi Sudjana melaporkan Grace Natalie terkait dengan pernyataan PSI menolak Perda Syariah. Grace dilaporkan atas dugaan melakukan ujaran kebencian.

Eggi melaporkan Grace ke Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (16/11). Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM.

"Dalam kesempatan ini, kita sudah memberikan warning kepada Grace. Dalam pengertian warning, sekiranya minta maaf karena statement-nya itu sudah masuk unsur pengungkapan rasa permusuhan, juga masuk kategori ujaran kebencian terhadap agama. Nah, ini limitasi pasalnya bisa dikaitkan dengan Pasal 156 A juncto Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang memberikan ujaran yang bohong," kata Eggi setelah melaporkan Grace.

Kode:47
Sumber:detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...