Sebanyak 2.303 calon pengantin di Aceh melaksanakan akad nikah sepanjang April-Mei 2020. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Hamdan MA. Menurut Hamdan, di tengah masa darurat Covid-19 dan pembatasan larangan akad nikah di luar KUA sejak April-Mei, tercatat 3096 pendaftaran nikah di KUA ----- Memasuki hari ke enam lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, puluhan pekerja bangunan dari Sumatera Utara mulai tiba di Kabupaten Bener Meriah. Hal itu disampaikan Ketua Tim Publik Safety Center (PSC) 119 Kabupaten Bener Meriah Zulkifli Burhanuddin saat dikonfirmasi awak media via seluler, Senin (1/6/2020) ----- Aksi pengerusakan Kantor Reje (Kepala) Kampung di Kecamatan Bukit kembali terulang, dimana sebelumnya dua kantor Reja Kampung di Kecamatan Bukit yakni Kampung Blang Tampu dan Blang Panas diobarak abrik masyarakat disana. Peristiwa itu juga dialami Kantor Reje Kampung Kute Kering Kecamatan Bukit, warga yang didominasi kaum ibu-ibu mengamuk dan memecahkan kaca jendela baigain depan, Senin (1/6/2020)

Tekan Penyebaran Covid-19

Polisi dan TNI Bubarkan Pengunjung Cafe di Kota Panton Labu

BULKHAINIPetugas melakukan razia ke tempat keramaian
A A A

ACEH UTARA - Personil kepolisian sektor (Polsek ) Tanah Jambo Aye, Aceh Utara Bersama Danramil 14/TJA mulai mengambil tindakan nyata di lapangan dengan melakukan razia pada cafe, warung kopi (Warkop) dan tempat-tempat berkumpul lainnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran wabah virus Corona atau COVID-19 yang kian meluas.

Pantauan ACEHIMAGE.COM, Jum'at malam (27/3/2020), sekitar pukul 22.00 WIB, beberapa personil polisi bersama TNI menggunakan pakaian lengkap mendatangi sejumlah cafe dan pusat keramaian di kawasan Kota Panton Labu, Rawang itek dan Cempedak.

Diantaranya cafe atau warung kopi tempat nongkrong anak muda di Jalan Medan - Banda Aceh, Jalan dan kawasan Kota Panton Labu.

Dalam razia tersebut, Polisi maupun TNI juga memberitahukan kepada pengunjung agar segera pulang dan tidak berkumpul lagi di cafe tersebut.

"Jika ingin membeli makanan, dibolehkan namun tidak untuk dikonsumsi di tempat, tapi dibawa pulang. Sehingga tidak berkumpul atau nongkrong di cafe atau warkop,"kata Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Zulfitri SH.

AKP Zulfitri Juga menyatakan, kepada pelaku usaha, pihaknya juga memberitahukan agar tidak melayani pelanggan yang duduk berlama-lama di cafe. Jika ada pelanggan yang membeli makanan dan minuman, boleh dilayani untuk dibawa pulang.

Hal itu semata untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang berpotensi terjadi pada pusat keramaian dan perkumpulan. Setelah polisi melakukan razia, seluruh pengunjung langsung pulang dan kondisi cafe terlihat sepi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...