Selidiki Pelanggan PSK Online di Banda Aceh,

Polisi Akan Periksa CCTV

.
A A A

Kita sedang kembangkan siapa saja konsumennya, apakah ada oknum pejabat, politisi, mahasiswa, tapi yang pasti korbannya tidak ada yang pelajar dan mahasiswa. Dan sementara sedang kita kembangkan. Kami sedang menyelidiki termasuk cctv (hotel),

Kombes Pol T Saladin Kapolresta Banda Aceh

BANDA ACEH - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh berhasil membongkar praktik prostitusi online di Banda Aceh. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan satu orang germo beserta enam orang Pekerja Seks Komersial (PSK).

Kapolresta Banda Aceh Kombes T Saladin mengatakan germo yang beinisial AI beserta wanitanya ditangkap disalah satu hotel di Banda Aceh Minggu dini hari.

Selain AI pihak kepolisian juga menetapkan satu orang germo lainnya sebagai DPO. Saladin juga mengakui, selain mengamankan enam PSK nya, pihak kepolisian juga berupaya melacak siapa saja pelanggan PSK tersebut.

Menurut Saladin AI sudah menjalankan aksinya di Banda Aceh selama dua tahun terakhir. Menurutnya, tarif PSK yang ditawarkan berkisar mulai dari Rp. 800 ribu sampai dengan Rp. 1,5 Juta.

“Kita sedang kembangkan siapa saja konsumennya, apakah ada oknum pejabat, politisi, mahasiswa, tapi yang pasti korbannya tidak ada yang pelajar dan mahasiswa. Dan sementara sedang kita kembangkan. Kami sedang menyelidiki termasuk cctv (hotel),”ujar Saladin, Senin (2310).

Pada kesempatan itu Saladin kembali mengingatkan agar hotel di Banda Aceh mematuhi qanun syariat Islam di Banda Aceh dengan menanyakan setiap pasangan yang menginap sehingga dipastikan bukan pasangan nonmuhrim.

“Maka sekali lagi saya himbau karena Aceh adalah daerah syariat Islam, kalau ada laki dan perempuan mau menginap, maka hotel punya kewajiban untuk menayakan statusnya, tapi kalau ada hotel yang khusus menyediakan tempat prostitusi maka kita akan gerebek setiap malam sampai hotelnya tutup,”ujarnya.

Saladin juga mengharapkan kepada masyarakat kota Banda Aceh untuk segera melaporkan kepada pihaknya jika melihat ada kegiatan-kegiatan seperti halnya prostitusi dilingkungannya masing-masing.

Selanjutnya kata Saladin, tersangka AI dikenakan pasal 296 KUHP dengan ancaman 1 tahun 4 bulan penjara, sedangkan terhadap DPO dengan inisial N yang menggunakan instagram untuk meawarkan pelanggannya dikenakan UU ITE.

Sementara untuk para PSK tersebut kata Saladin akan dipanggil orang tua dan diberikan pembinaan.

Maka sekali lagi saya himbau karena Aceh adalah daerah syariat Islam, kalau ada laki dan perempuan mau menginap, maka hotel punya kewajiban untuk menayakan statusnya, tapi kalau ada hotel yang khusus menyediakan tempat prostitusi maka kita akan gerebek setiap malam sampai hotelnya tutup,
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...