Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Polda Aceh Ungkap Kasus Narkotika Sebanyak 101 Kilogram

ISTIMEWAKonferensi pers
A A A

BANDA ACEH - Aparat Kepolisian Polda Aceh berhasil mengungkap kasus narkotika jenis sabu dan pil ekstasi seberat 101 Kg.

Hal itu diungkapkan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil, dalam Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus narkotika jenis sabu dan pil ekstasi seberat 101 Kg.

Konferensi Pers itu digelar di lapangan tengah Mapolda Aceh, Selasa (3/11/2020).

Pada kegiatan itu turut hadir Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs Raden Purwadi SH Irwasda Polda Aceh Kombes Pol Drs Marzuki Ali Basyah M M, Dirnarkoba, sejumlah pejabat utama Polda Aceh, perwakilan BNN, dan Kepala Bea Cukai.

Kapolda Aceh, Wahyu Widada mengatakan, pengungkapan yang dilakukan oleh anggotanya kali ini sangat besar dan mencapai 101 kg, yang terdiri dari 81 kg narkotika jenis sabu dan 20 kg pil ekstasi.

Menurutnya, Aceh menjadi daerah yang sangat strategis bagi para penjahat khususnya narkoba untuk menjadi tempat mendaratnya barang haram tersebut.

"Para pelaku bukan saja menjadi pengkhianat bangsa, tapi juga pengkhianat agama,” kata Kapolda Aceh.

Ditegaskan, pemberantasan narkoba ini harus dilakukan dengan tegas untuk memutus suplai barang haram (narkoba) itu masuk ke Aceh dan juga menjadi warning untuk mereka supaya tidak bermain narkoba di Aceh.

“Saya pastikan akan memberantas habis penyeludup, pengedar, maupun pemakai narkoba di tanah rencong ini,” tegas Kapolda

Kapolda menyebutkan, berapa banyak keluarga yang hancur karena narkoba, berapa banyak generasi yang rusak oleh barang-barang haram tersebut.

"Oleh karena mari kita sama-sama baik dari BNN, Bea Cukai, Ditnarkoba, masyarakat dan segenap unsur lainnya untuk berjihad memberantas narkoba," imbuhnya.

“Mari kita jaga generasi ini, kita jaga Aceh ini, jangan sampai dikotori dengan barang haram dan perbuatan-perbuatan yang melanggar, baik melanggar hukum positif maupun aturan Agama,” harap Kapolda Aceh Wahyu Widada.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...