Jalan akses menuju Samar Kilang Kecamatan Syiah Utama, Kubupaten Bener Meriah lumpuh total akibat longsor dan pohon tumbang.“Mungkin kejadianya tadi malam, soalnya kemaren sore anggota saya pulang jalannya masih baik-baik saja," ungkapnya. Munurut Mustakim, longsor tersebut menimpa separuh badan jalan dengan panjang mencapai 17 meter, namun pohon-pohon dari atasnya tumbang dan menutup badan jalan sehingga jalan tersebut tidak dapat dilalui untuk saat ini.

Polda Aceh Tangkap Empat Tersangka Perdagangan Harimau Sumatra

ANTARAPersonel Ditreskrimsus Polda Aceh merapikan bentangan kulit harimau barang bukti perdagangan satwa dilindungi di Mapolda Aceh di Banda Aceh, Senin (21/6/2020).
A A A

BANDA ACEH - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menangkap empat tersangka perdagangan hariamau sumatra (panthare tigris sumatrae) serta mengamankan bagian satwa dilindungi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta di Banda Aceh, Senin, mengatakan keempat tersangka masing-masing berinisial MR, A, MD, serta SD. Seorang lagi berinisial HD masuk DPO.

"Keempat tersangka ditangkap di SPBU Lhoknibong, Aceh Timur, Rabu (17/6). Bersama tersangka, turut diamankan barang bukti kulit dan bagian tubuh hariamau dan beruang madu," kata Kombes Pol Margiyanta.

Didampingi Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono, Kombes Pol Margiyanta menyebutkan penangkapan berdasarkan informasi masyarakat ada transaksi satwa di lindungi di Aceh Timur.

Berdasarkan informasi tersebut, tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan ada ada beberapa orang sedang menunggu pembeli kulit dan bagian tubuh harimau dan beruang madu.

"Tim akhirnya menangkap keempat tersangka di stasiun pengisian bahan bakar umum di Lhoknibong, Aceh Timur. Kini, keempat tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolda Aceh di Banda Aceh," kata Kombes Pol Margiyanta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh itu menyebutkan dari pengakuan para tersangka, mereka membuka harga penawaran terhadap bagian tubuh satwa dilindungi tersebut dengan harga Rp100 juta.

"Mereka belum sempat menjual karena masih menunggu pembeli tertinggi. Perdagangan mereka lakukan melalui Medan, Sumatera Utara," kata Kombes Pol Margiyanta.

Dari pengakuan para tersangka, mereka mengaku baru pertama kali terlibat perdagangan harimau. Harimau tersebut mereka dapatkan dengan cara menjerat memakai kawat hingga satwa dilindungi tersebut mati dengan sendirinya di kawasan hutan di Gayo Lues.

"Keempat tersangka dijerat Pasal 21 Ayat (2) jo Pasal Ayat (2) UURI Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta," kata Kombes Margiyanta.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...