Jalaluddin ST MT

Plt Kepala DLHK3 Kota Banda Aceh

FOTO | ISTIMEWAJalaluddin, ST, MT |Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh.
A A A

Kita coba lihat dan evaluasi dalam minggu pertama ini bagaimana kinerja personil

Jalaluddin, ST, MT Kepala DLHK3 Kota Banda Aceh

BANDA ACEH - Terhitung mulai 11 Februari 2019, Jalaluddin ST MT resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh.

Penunjukan Jalaluddin berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Banda Aceh Nomor 139 Tahun 2019. Ia mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Kadis sebelumnya T Samsuar yang mengemban amanah baru sebagai Kepala Badan Kesbangpol Banda Aceh.

Pria kelahiran 1969 ini bukan sosok asing di lingkungan DLHK3 Banda Aceh. Ia pernah memimpin institusi 'Pasukan Orange' ini dari tahun 2012 hingga 2016. Saat ini ia juga dipercaya sebagai Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Sebagai Plt DLHK3 Banda Aceh, hal pertama yang ingin dilakukannya adalah membenahi internal kepegawaian. "Kita coba lihat dan evaluasi dalam minggu pertama ini bagaimana kinerja personil," kata Jalal.

"Kedua melihat masterplan yang sudah disusun. Kita coba untuk evaluasi dimana titik kelemahannya dan akan diperbaiki," katanya yang saat ditemui tengah mengecek sprinkler air taman kota di kawasan Simpang Lima , Rabu (13/2/2019) malam.

Dalam tahun ini, sesuai dengan instruksi wali kota, ia juga menargetkan Piala Adipura yang sebelumnya gagal dipertahankan.
"Kita akan bedah rencana kerja daerah tentang pengelolaan sampah. Yang paling penting TPA regional di Blang Bintang akan terus kita dorong agar dapat segera kita manfaatkan."

"Sembari itu, untuk jangka pendek TPA Gampong kita kaji lagi apakah masih ada peluang untuk kita buka space-nya. Kita coba optimalkan sehingga kapasitasnya bisa bertambah," ungkapnya.

Ia menekankan, penanganan sampah secara komprehensif membutuhkan dukungan besar dari warga kota. "Hal paling ringan yang kita harapkan dari warga adalah mengeluarkan sampah rumah tangga tepat waktu sebelum petugas kita mengambil sampah. Artinya sebelum jam tujuh pagi sudah di depan rumah," imbaunya.

"Kita harapkan juga sampah rumah tangga tersebut sudah terpilah, mana yang masih bisa dimanfaatkan dan mana yang tidak, sehingga yang diangkut petugas benar-benar residu akhir. Dengan begitu, biaya operasional pengelolaan sampah Banda Aceh pun akan menjadi lebih ringan."

"Mulai Kamis (14/2) besok, petugas beserta unit armada pengangkut sampah DLHK Banda Aceh sudah mulai beroperasi dari jam 06.00 WIB. Mohon dukungan dari seluruh warga kota untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang bersih dan indah dipandang mata," demikian Jalaluddin.

Kode:47
Sumber:Jun
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...