Said Fadhil Pertaruhkan Jabatanya Untuk BPKS

Plt Gubernur Tergiring dalam Konspirasi Para Koruptor

FOTO | ISTIMEWAKepala BPKS Sayid Fadhil
A A A

Sampai saat ini saya masih di BPKS,terlepas penilaian dan pendapat terhadap saya, saya bekerja dengan tulus dan dengan niat baik untuk masyarakat dan membawa BPKS ke arah yang lebih baik, walaupun ada beberapa tindakan saya yang dianggab salah namun biarlah waktu yang akan menjawab

Dr. Drs. Sayid Fadhil, SH, M.Hum Kepala BPKS

SABANG - Sejak di lantik pada Maret 2018 lalu Sayid Fadhil sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) tentu banyak membuat terobosan yang salah satunya adalah mutasi sejumlah pejabat Internal BPKS sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang dilakukan pada 26 September 2018 lalu.

Namun ternyata inisiatif Sayid Fadhil untuk melakukan mutasi dan perombakan staf dan pergantian KPA tersebut menuai reaksi yang sangat keras dari berbagai pihak bahkan Plt Gubernur sendiri ikut tergiring dalam skanerio oknum-oknum yang berkepentingan dan para Koruptor yang terbukti bermasalah.

Bahkan hingga saat ini sejumlah nama mantan pejabat BPKS bahkan KPA yang sebelumnya di copot dari jabatanya itu kini masuk dalam daftar sebagai terduga pelaku maupun saksi dalam sejumlahkasus dugaan korupsi Anggaran Belanja Negara Tahun Anggaran 20016 dan 2018 termasuk kasus Galian C di Pulo Aceh Aceh besar, belum lagi kasus dan temuan lainya yang saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Walaupun sudah terbukti tindakan Said Fadhil merupakan bentuk penyelamatan lembaga BPKS dari indikasi Korupsi, dari para Karyawan yang bermasalah dan tidak disiplin hingga mempertaruhkan jabatanya namun tidak justru membuat Dewan Pengawas (Dewas) dan Dewan Kawasan (DKS) menilai dan berpikir secara positif, bahkan Plt Gubernur sendiri dengan sengaja dan berkompromi bersama menggunakan jalur ketentuan hukum yang lemah dan beralasan kekurangan dan kesalahan yang dicari-cari tanpa alasan yang jelas untuk menjatuhkan Said Fadhil dari Jabatanya sebagai Kepala BPKS sebagaimana yang dimuat media-media lokal beberapa hari terakhir ini.

Menanggapi hal tersebut, Said Fadhil mengaku sampai dengan saat ini ia masih bekerja di BPKS dengan niat yang tulus untuk memperbaiki kinerja dan Pengembangan Palabuhan Bebas Sabang berjalan sebagaimana mestinya walaupun tanpa penghargaan bahkan cendrung menerima perlakuan yang tidak wajar hingga pencemaran nama baiknya, baginya niat baik, bekerja tulus dan kedekatanya dengan masyarakat Sabang akan lebih penting.

“Sampai saat ini saya masih di BPKS,terlepas penilaian dan pendapat terhadap saya, saya bekerja dengan tulus dan dengan niat baik untuk masyarakat dan membawa BPKS ke arah yang lebih baik, walaupun ada beberapa tindakan saya yang dianggab salah namun biarlah waktu yang akan menjawab,” tegas Sayid Fadhil di ruang kerjanya Jum’at (11/1).

Ia menambahkan dengan pencapaian terhadap pendapatan dan realisasi anggaran selama 2018 dan target BPKS yang bersih tanpa Korupsi seharusnya dapat menjadikan tolak ukur para pihak berkepentingan terhadap BPKS untuk melihat dengan mata yang jernih dan mendengar dengan telinga yang bersih dan menilai dengan hati yang tulus untuk membangun BPKS lebih baik.

Sementara itu di tempat terpisah Ketua Forum Keuchik Kota Sabang Adnan Hasyim Jum’at (11/1) secara tegas menolak wacana pergantian Kepala BPKS Sayid Fadhil , Adnan atau sering disapa dengan Yah Nan itu menganggab Sayid fadhil adalah sosok perubahan bagi BPKS dan belum ada yang berani bertindak tegas seperti itu dimanagement sebelumnya hinnga membuat terkejut para koruptor dan pihak-pihak berkepentingan di dalam lingkaran tubuh lembaga BPKS tersebut.

“Apa yang telah di lakukan Sayid Fadhil sangat beralasan dan di lakukan demi kepentingan masyarakat Sabang, jadi apa bila Dewan Kawasan Sabang (DKS) tersebut di atas, betul-betul akan mengganti dan tetap ngotot untuk mengganti Sayid Fadhil sebagai kepala BPKS maka, kami selaku Forum Keuchik Se kota Sabang merasa keberatan,” tugasnya.

Bahkan Adnan Hasyim selaku Ketua Forum Keuchik Kota Sabang dengan tegas mengungkapkan pihaknya tidak akan tinggal diam begitu saja apa bila Kepala BPKS Sabang digantikan oleh Pejabat yang baru, mengingat kinerja apresiasi dan prestasi yang telah di tunjukan sosok Sayid Fadhil walaupun baru menjabat 10 bulan.

“Saya rasa tidak layak dan tindakan kejam bila baru 10 bulan telah di ganti tanpa pertimbangan apapun, dan dengan alasan yang tidak jelas yang hanya untuk mengakomodir keinginan para oknum berkepentingan saja hingga Kepala BPKS dengan gampangnya di gonta ganti, lantas harga diri lembaga Negara di mana, dan kribelitas Plt Gubernur seperti apa?, tanya Yahnan secara lugas.

Polimik tentang lembaga Negara Non Struktural dengan pengelolaan keuangan Negara mencapai 200 miliar lebih pertahunya memang telah menjadi bahan yang sangat menarik dijadikan kosumsi publik, namun sudah rahasia umum bahwa lembaga yang lahir dari Peraturan pemerintah No 2 tahun 2000 tentang kawasan perdagangan bebas Sabang dan di perkuat dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh no 11 tahun 2006 tentang Kewenangan BPKS sesuai pasal 169 dan 170 UUPA tersebut sarat dengan kepentingan politik taktis dari sekumpulan orang-orang dekat maupun titipan pejabat-pejabat berwenang.

Hingga bila ada tindakan dari Kepala BPKS sebagaimana wewenang jabatan dan secara profesional demi lembaga Negara seperti yang telah di lakukan oleh seorang Dr.Drs.Sayid Fadhil.SH.M.hum justru akan menimbulkan reaksi berlebihan dari para pemangku kepentingan tersebut, baik kepentingan proyek, kepentingan jabatan mapun kepentingan sanak famili dan saudara yang telah lebih dulu masuk dalam lingkaran struktur Organisasi BPKS.

Penilaian tentu akan kembali pada masyarakat Sabang, karena BPKS ada untuk masyarakat Sabang pada khususnya dan bagi seluruh masyarakat Aceh pada umumnya, karena dengan berjalanya roda perekonomian rakyat melalui Pelabuhan Bebas Sabang makan perekonomian Aceh pada umumnya juga akan berjalan, walaupun masih butuh proses dan niat yang tulus dari para pimpinan daerah terutama pimpinan daerah yang masuk dalam Kawasan pelabuhan bebas Sabang yakni Aceh besar Banda Aceh dan Sabang.

Kode:47
Sumber:Rilis
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...