Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Yenni Rosnizar SKM, merasa kecewa dengan kondisi pelayanan di RSUD dr Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan, menyusul meninggalnya seorang warga yang berprofesi sebagai perawat saat menjalani Operasi melahirkan di RSUDYA, (7/8/2020). “Mungkin karena keterbatasan tenaga medis sehingga penanganan terhadap pasien menjadi tidak efektif, apalagi banyak tenaga medis yang diisolasi akibat Covid-19", Kata Yenni Rosnizar SKM

Memasuki Tahun Ajaran Baru:

Plt Gubernur Minta Disdik Prioritas Keselamatan Siswa dan Guru

ISTIMEWAPlt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT
A A A

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah, mengatakan pada saat menjelang memasuki tahun ajaran baru 2020-2021 harus menjaga kesehatan dan keselamatan siswa, guru, tenaga, keluarga, dan masyarakat.

"Nah hal itu harus jadi prioritas paling tinggi," tegas Nova.

Penegasan itu disampaikan Nova Iriansyah, ketika memimpin rapat membahas prosedur operasional standar (POS) mekanisme proses pembelajaran tatap muka di Sekolah dalam fase new normal di Pendopo Gubernur Aceh, Kamis (9/7/2020).

Prosedur operasional sekolah dibahas dalam rangka memasuki tahun ajaran baru 2020- 2021 yang dimulai 13 Juli mendatang.

Karena itu, pada kedempatan itu, Nova meminta Kadis Pendidikan membentuk satgas covid 19 di sekolah, memasuki tahun ajaran baru nanti.

"Saya rasa itu penting dibahas, karena aktivitas sekolah dan proses belajar mengajar tatap muka direncanakan akan dimulai pada 13 Juli 2020," ujarnya.

Karena itu, Nova Iriansyah meminta Dinas Pendidikan Aceh dan pihak terkait lainnya memastikan semua persiapan dan persyaratan telah dilengkapi jika proses belajar tatap muka kemudian diputuskan diterapkan di sekolah-sekolah di zona hijau Aceh.

Hal itu kata Nova sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor 440-882 tentang Panduan Penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Pembahasan mekanisme proses pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan Nova Iriansyah bersama, Asisten I, Pejabat dan Tim Ahli Dinas Pendidikan Aceh, Majelis Pendidikan Aceh, Kanwil Kemenag Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, RSUDZA, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Sosial Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) serta Biro Hukum.

Rapat itu menekankan empat persyaratan ketat untuk memulai proses pembelajaran tatap muka di sekolah di fase new normal.

Syarat pertama, sesuai keputusan bersama empat Menteri, proses belajar tatap muka di sekolah hanya boleh dilakukan oleh sekolah-sekolah yang masuk zona hijau. Itupun dilakukan dengan memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara sekolah-sekolah di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka. Bagi sekolah-sekolah di zona tersebut tetap melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR).

Syarat belajar tatap muka berikutnya, Dinas Pendidikan mengharuskan setiap satuan pendidikan membentuk satgas covid 19 di setiap sekolah untuk memastikan protokol kesehatan berjalan di lingkungan sekolah.

Selain itu, dinas juga harus telah memiliki langkah penanganan khusus jika ditemukan siswa dengan suhu badan tinggi maupun gejala lainnya yang mengarah kepada covid-19.

Kemudian syarat selanjutnya, para kepala cabang dinas pendidikan di kabupaten/kota harus mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten/kota untuk bisa menjalankan belajar tatap muka.

Syarat terakhir, proses belajar tatap muka hanya boleh dilakukan oleh siswa yang telah mendapatkan izin dari orang tua mereka.

"Jadi orang tua siswa berhak tidak memberikan izin bagi anak mereka untuk mengikuti proses belajar tatap muka di sekolah," tegas Nova.

Namun jika ada salah satu dari empat syarat tersebut tidak bisa dipenuhi, maka tidak boleh dilakukan belajar tatap muka. Sebaliknya siswa tetap melanjutkan belajar dari rumah secara penuh.

Dalam rapat itu meminta jika proses belajar tatap muka harus dilakukan pemantauan secara ketat dan memberikan penilaian oleh pihak terkait.

"Jika ditemukan kasus positif covid-19 di lingkungan sekolah maka secara otomatis kegiatan belajar tatap muka dihentikan," tegas Nova.

Tahapan Pembelajaran Tatap Muka Di Zona Hijau

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri, pada rapat tersebut ikut menjelaskan rincian tahapan pembelajaran tatap muka satuan pendidikan di zona hijau.

Tahapan tersebut masing-masing dikelompokkan sebagai berikut:

Tahap I: SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, MTs, Paket B;

Tahap II dilaksanakan dua bulan setelah tahap I: SD, MI, Paket A dan SLB;

Tahap III dilaksanakan dua bulan setelah tahap II: PAUD formal (TK, RA, dan TKLB) dan non formal.

Sedangkan bagi sekolah dan madrasah berasrama pada zona hijau juga diminta harus melaksanakan belajar dari rumah dan dilarang membuka asrama dan pembelajaran tatap muka selama masa transisi (dua bulan pertama).

Pembukaan asrama dan pembelajaran tatap muka dilakukan secara bertahap pada masa kebiasaan baru nantinya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...