Muhammad Misbakhun,

Pimpinan Angket soal Pembekuan Anggaran Polri-KPK: Saya Sepakat

FOTO | DETIK.COMPimpinan Pansus Hak Angket KPK di DPR
A A A
Menurut saya, apakah usulan Pak Misbakhun tepat? sangat tepat, ini menginspirasi karena DPR memiliki fungsi lain seperti fungsi budgeting, itu bisa saja karena prosesnya di DPR supaya masing-masing menghargai peran yang dilakukan konstitusi,

JAKARTA - Anggota Pansus Hak Angket KPK Muhammad Misbakhun menyarankan DPR membekukan anggaran KPK-Polri untuk tahun 2018 karena penolakan untuk menjemput paksa Miryam S Haryani. Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Dossy Iskandar mengatakan, yang disampaikan Misbakhun bukan bersifat ancaman.

"Itu haknya Pak Misbakhun ya. Dia punya hak penuh, hak imunitas dalam mengekspresikan pikirannya. Terlepas dari itu, saya sepakat dengan Pak Misbakhun, tapi bukan konteks mengancam. Itu yang disampaikan Misbakhun mengungkapkan yang dimiliki DPR dalam menegakkan konstitusi," kata Dossy saat dihubungi, Rabu (21/6/2017).

Dossy mengatakan, usulan yang disampaikan Misbakhun supaya Polri mematuhi apa yang disampaikan Pansus. Ia menjelaskan, DPR memiliki fungsi dalam mengelola anggaran lembaga lainnya.

"Menurut saya, apakah usulan Pak Misbakhun tepat? sangat tepat, ini menginspirasi karena DPR memiliki fungsi lain seperti fungsi budgeting, itu bisa saja karena prosesnya di DPR supaya masing-masing menghargai peran yang dilakukan konstitusi," jelas politikus asal Hanura.

Dossy meminta KPK dan Polri menyikapi secara wajar apa yang disampaikan Pansus. Ia juga menyayangkan sikap Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menolak menjemput paksa Miryam.

"Yang kita harapkan disikapi dengan wajar. Pertama KPK dengan penuh kesadaran jangan mempertanyakan eksistensi ini, dipenuhi saja. Demikian juga dengan Kapolri, mestinya dia melakukan telaah, bukannya tidak bisa," tegas Dossy.

Kode:47
Sumber:news.detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...