Untuk Kebutuhan Pabrik Baru

PIM Rekrut 300 Pekerja

FOTO | IstimewaPT. Pupuk Iskandar Muda
A A A

LHOKSUKON - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menargetkan bisa mengoperasikan satu lagi pabrik untuk memproduksi urea paling lambat 1 Juni 2017. Jika pabrik tersebut beroperasi, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 300 orang.

Sementara untuk jangka panjang sampai 2021, PIM managetkan dengan dana pinjaman Rp 4 triliun dapat menghidupkan Asean Aceh Fertilizer (AAF), sehingga dapat memproduksi pupuk NPK, ZA, Asam Fosfat, Asam Sulfat, Urea, Amonia dan H202.

Demikian antara lain disampaikan Direktur Utama (Dirut) PIM Achmad Fadhiel dalam kegiatan pengantongan urea akhir 2016 dan awal 2017, di Pabrik PIM. Hadir pada kegiatan itu, Diretur Produksi Teknologi dan Pengembangan Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Komersil Husni Achmad Zaki, dan Direktur Umum Usni Syafrizal.

“PIM menargetkan dapat mengoperasikan satu pabrik lagi ntuk menghasilkan amonia dan urea paling lambat 1 Juni 2017. Dari pemegang saham berharap lebih cepat, tapi tentatif kita pada 1 Juli 2017. Untuk itu kami mohon dukungannya,” ujar Achmad Fadhiel.

Ia menyebutkan, jika pabrik itu beroperasi, diperkirakan membutuhkan tenaga kerja sekitar 300 orang lagi. Tenaga kerja tersebut akan diprioritaskan dari lingkungan perusahaan, Aceh, dan dari Sumatera.
Sedangkan jumlah tenaga kerja yang ada 667 orang. “Sekarang mereka (tenaga kerja baru) sudah kita latih. Diploma-III 36 orang, S1 100 orang, dan SMA 97 orang. Sedangkan kebutuhan sampai 2021 mencapai 2.000 orang,” katanya.

Sementara pada 2016, PIM mampu memproduksi urea butiran dan gelintiran 307.322 ton dari target 300.000 ton. Sedangkan amonia 239.329 ton dari target 250.000 ton. “Sedangkan target pupuk yang dapat diproduksi pada 2017 mencapai 700.000 ton, karena sudah bertambah satu pabrik lagi,” katanya.

Pupuk bersubsidi akan didistribusikan di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulau Riau, dan Jambi. Sedangkan untuk komersil seluruh Sumatera. Sementara dana yang dibutuhkan untuk perbaikan pabrik PIM 1 dan AAF sampai 2021 mencapai Rp 4 triliun lebih melalui dana pinjaman. Dana itu akan diperoleh melalui perbankan BUMN di Jakarta.

Sumber:serambinews.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...