Aksi unjuk rasa yang yang dilakukan oleh Petani Kopi Menangis (PKM) di depan gedung DPRK Bener Meriah terjadi saling dorong dengan petugas keamanan. Satpol PP dan Personel Polres Bener Meriah menjadi benteng terdepan untuk menahan para pendomo untuk menerobos gedung DPRK Bener Meriah. Senin (19/10/2020)

Petani Jagung Aceh Tenggara Kekurangan Pupuk Urea

ANTARAIlustasi - Pupuk
A A A

BANDA ACEH- Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara menyatakan petani jagung di wilayah setempat mengalami kekurangan pupuk urea bersubsidi, sehingga berdampak terhadap penurunan angka produksi jagung pada 2020.

"Produksi jagung sedikit menurun karena petani kekurangan pupuk urea. Produksi jagung di tahun 2020 ini menurun sekitar 25 persen," kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara Asbi, saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan, Aceh Tenggara telah menerima jatah pupuk urea bersubsidi sekitar 5.000 ton dari pemerintah, namun jumlah itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea para petani jagung.

Pada 2019, kata Asbi, produksi jagung di Aceh Tenggara mencapai 9-10 ton per hektare, namun selama tahun ini produksi jagung menurun hanya sekitar 7-8 ton per hektare. Total lahan jagung di Aceh Tenggara seluas 19.878 hektare.

"Sudah sekitar empat bulan mengalami kekurangan pupuk urea. Karena jatah pupuk urea bersubsidi kita untuk 2020 sudah habis, jadi itu menjadi kendala bagi petani kita sehingga mengalami penurunan hasil produksinya," kata Asbi.

Petani merasa kewalahan kalau membeli pupuk non subsidi, enggak sanggup. Karena pupuk urea non subsidi mencapai Rp270 ribu per sak, kalau pupuk subsidi itu hanya Rp90 ribu per sak, kata Asbi lagi.

Ia mengatakan, dalam tahun ini sudah dua kali masa panen jagung. Saat ini, lanjut dia, petani sedang proses panen yang kedua. Namun, karena musim tanam jagung tidak serentak, sehingga panennya juga tidak secara serentak.

"Kita musim penen enggak serentak, ada yang sudah panen, ada yang baru tanam, jadi istilahnnya enggak ada yang tanah kosong, begitu siap panen, bakar, tanam lagi," katanya.

Menurut Asbi, untuk pupuk lain seperti NPK, ZA, dan pupuk jenis lainnya pemerintah setempat masih stoknya. Sedangkan untuk pupuk urea, pihaknya telah mengajukan alokasi kembali ke pemerintah pada Juni lalu, namun belum ada realiasi.

"Kita ajukan sekitar 5.000 ton lagi, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Karena kelangkaan pupuk ini yang membuat hasil produksi menurun. Karena jangung ini kalau enggak ada pupuk urea enggak akan berhasil, itu kuncinya," kata Asbi

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...