Marine Festival 2018

Peserta SMF 2018 Berdatangan

FOTO | HUMAS BPKS.
A A A

SABANG - Hingga Senin (30/4) Peserta Sabang Marine Festival 2018 masih terus berdatangan dari belahan negara. Keterlambatan sejumlah yacht ini dikabarkan karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam pelayaran menuju ke Sabang.

Deputi Komersial dan Investasi, Agus Salim mengatakan, pada Sabang Marine Festival 2018 ini tercatat sudah 15 kapal dari yang ditargetkan sebanyak 20 yacht. Berbagai sebab yang menjadi kendala untuk mereka mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh BPKS.

Salah satunya adalah faktor cuaca maritim, sehingga ada yang terlambat datang dan tidak sesuai jadwal yang direncanakan dan ada juga yang kembali ke tempat asal karena tidak dapat meneruskan perjalanan.

"Kita melihat dari kemarin, kendati SMF 2018 sudah dibuka sejak tanggal 27 April, tetapi ada peserta yang datang terlambat seperti SY. Emmalina (British) yang tiba tanggal 28 April, kemudian SY. Puddytat (Britrania) dan SY. Xanadu (Britrania) tiba di Sabang tanggal 29 April, serta yang terkahir SY. Rumba (Australia) yang tiba hari ini Tanggal 30 April," jelas Agus Salim.

Melihat kehadiran yacht ke Sabang yang masih terus berdatagan, Agus menilai bahwa para yachter sangat antusias mengikuti kegiatan Sabang Marine Festival, walaupun pelaksanan kegiatan ini akan berakhir.

Untuk kedepan, pihak BPKS akan melakukan evalusi terkait dengan waktu penyelenggaraan kegiatan Sabang Marine Festival. Sehingga, kehadiran yacht dapat dimaksimalkan tanpa ada kendala cuaca. BPKS juga sudah mencanangkan bahwa Sabang Marine Festival 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 26-30 Maret 2019. Promosi event tersebut mulai dilakukan pada bulan November mendatang.

Dengan harapan di bulan Januari 2019 marine festival di Malaysia, bulan Februari di Phuket dan akhir Maret 2019 di Sabang.

"Kita akan berusaha mensingkronkan dengan waktu pelaksanaan festival-festival yacht yang dilaksanakan di Phuket, Langkawi, dan negara tetangga lainya. Sehingga, jauh-jauh hari mereka bisa mengagendakan kunjungannya ke Sabang dan momen ini diharapkan mampu menarik yacht club di Langkawi, Pangkor dan Phuket utk ke sabang," kata Agus.

Disamping itu, dengan telah adanya Sabang Imperial Yacht Club di Sabang dan telah terpilihnya comodore Yacht Club yakni Syafruddin Chan, maka kedepan diharapkan akan memicu kehadiran yacht-yacht yang berlabuh di Sabang ini.

"Kita juga banyak kemudahan regulasi, seperti Perpres 104 Tahun 2015 tentang Bebas Visa kunjungan dan Perpres No 105 Tahun 2015 tentang Kunjungan Kapal Wisata Yacht Asing ke Indonesia. Ada regulasi Nomor 171 Tahun 2015 tentang tata cara pelayanan Kapal Wisata Yacht Asing di perairan Indonesia, dimana salah satu poin meninjinkan kapal-kapal yacht non komersial masuk ke wilayah Indonesia tanpa Clearance Approval For Indonesian Territory (CAIT)," kata Agus Salim sembari mengatakan bahwa regulasi itu merupakan peluang yang baik.

Sebagaimana diketahui, hingga Senin (30/4), tercatat sebanyak 15 Yacht yang ikut Sabang Marine Festival yakni SY. Mariposa (German), SY. Aku ankka (Amerika), SY. Lady Ann (Malaysia), SY. Beach House 57 (Australia), SY. Quintessa (Australia), SY. Glaz (Malaysia), SY. Yantara (Australia), SY. Sentinel (Australia), SY. Gallivant I (Australia), SY. Waiake I (New Zealand), SY. Highway Star (Australia), SY. Emmalina (British), SY. Puddytat (Britrania), SY. Xanadu (Britrania) dan yang terkahir yakni SY. Rumba (australia).

Dari 15 tersebut, tercatat pula ada sebanyak 30-an yachter yang ikut dalam berbagai rangkaian kegiatan seperti, Tour City Kota Sabang, Perlombaan Rakyat, Parade Yacht Lhok Weng, Joint Khanduri Laot, dan City Tour di Banda Aceh. Dan diketahui pula, masing-masing yacht mendapatkan izin tinggal selama 30 hari di Sabang.

Kode:47
Sumber:Rilis
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...