Picu Penyelidikan

Pesawat Pribadi Dekati Pesawat Kepresidenan Trump

FOTO | REUTERSPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat keluar dari pesawat kepresidenan Air Force One.
A A A

WASHINGTON - Pihak Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat (AS) membuka penyelidikan terhadap pesawat pribadi yang terbang terlalu dekat dengan pesawat Kepresidenan AS Air Force One yang membawa Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump. Kejadian itu berlangsung di wilayah udara Florida, 3 Februari lalu.

Pesawat pribadi tersebut mendekati pesawat Air Force One dalam jarak dua mil laut. Jarak itu dianggap melanggar pedoman penerbangan, sehingga investigasi dibuka FAA.

Presiden Trump dan sang istri saat kejadian sedang melakukan perjalanan ke resor Mar-a-Logo di Palm Beach, Florida. Menurut protokol, semua pesawat di bawah pengawasan kontrol lalu lintas udara seharusnya dipisahkan dalam jarak minimal tiga mil laut ketika sama-sama terbang di wilayah udara yang sama.

Pelanggaran protokol itu terjadi di wilayah yang berjarak sekitar 30 mil dari Bandara Internasional Palm Springs. Dua pesawat sama-sama terbang begitu dekat, sehingga pilot kedua pesawat bisa melakukan kontak visual yang parallel satu sama lain.

Meski demikian, kedua pilot masih kontak dengan pengendali lalu lintas udara di sepanjang waktu dan tidak ada risiko tabrakan. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Jumat (10/2/2017), Presiden Trump dan istri mendarat dengan selamat beberapa menit setelah kejadian itu.

Penyelidikan yang dibuka oleh FAA untuk menentukan apakah pelanggaran protokol dilakukan oleh pilot atau oleh pengontrol lalu lintas udara. FAA menegaskan, kejadian itu tidak menimbulkan bahaya bagi Presiden Trump dan sang istri.

Identitas pilot pesawat pribadi belum diungkap FAA. Pesawat Air Force One secara khusus dibuat aman dari hampir semua kontingensi, termasuk untuk mencegah pembajakan dan serangan nuklir.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...