Pesan “Nuklir” Tahun Baru Kim Jong-un Disambut Pawai Massal

FOTO | KCNARibuan warga Korea Utara pawai akbar di Kim Il-sung Square, Pyongyang, Jumat (6/1/2017). Pawai ini sebagai respons atas pesan 'nuklir' Kim Jong-un saat Tahun Baru 2017.
A A A

PYONGYANG - Ribuan warga Korea Utara (Korut) turun ke jalan-jalan di Ibu Kota Pyongyang setelah diktator muda Kim Jong-un menyampaikan pesan “nuklir” saat perayaan Tahun Baru 2017. Pesan “nuklir” yang dimaksud adalah persiapan militer Korut untuk uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) yang sudah masuk tahap akhir.

Ribuan warga berkumpul di Kim Il-sung Square, Pyongyang. Mereka memekikkan pujian untuk Kim Jong-un. ”Panjang umur comrade Kim Jong-un,” bunyi teriakan warga, sebagaimana dilaporkan AFP, semalam (6/1/2017). Sebagian dari mereka mengusung spanduk bertuliskan, "Mari kita percepat kemajuan untuk kemenangan sosialisme!”.

Ribuan warga Korut terus meneriakkan slogan-slogan pro-komunis dan berjanji memberikan dukungan penuh untuk Kim Jong-un. Mereka bangga dengan pengumuman Kim Jong-un bahwa rudal ICBM yang akan diuji tembak memiliki kemampuan untuk menjangkau daratan Amerika Serikat (AS).

”Orang-orang harus menganggap pesan Tahun Baru Kim Jong-un sebagai motto hidup dan perjuangan,” tulis kantor berita negara Korut, KCNA, mengutip seorang pejabat rezim Pyongyang dalam rapat umum.

Pesan “nuklir” Kim Jong-un pada Tahun Baru 2017 telah disiarkan di stasiun televisi Korut. ”Penelitian dan pengembangan peralatan senjata mutakhir secara aktif berkembang, dan persiapan uji peluncuran rudal ICBM berada pada tahap terakhir,” kata Kim, dalam pesannya.

Pesan diktator muda Korut ini akan semakin memanaskan ketegangan di semenanjung Korea yang mulai bergejolak sejak awal 2016 lalu. Ketegangan mulai terjadi setelah Korut nekat menguji coba senjata nuklir dan rudal balistik yang dinggap melanggar resolusi DK PBB.

Rezim Pyongyang telah berulang kali menyatakan bahwa mereka siap untuk perang nuklir dengan AS—sekutu Korea Selatan. Korut telah bersumpah mengerahkan semua sumber dayanya untuk melawan “hegemoni nuklir” AS.

Sumber: sindonews.com
Rubrik: Dunia

Komentar

Loading...